245 Napi Lapas Kelas IIA Kendal Dapat Remisi, Yang Kangen Keluarga Dapat Kesempatan Video Call

BATANGPOS.COM, KENDAL – Sebanyak 245 nara pidana dari 335 nara pidana yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendal mendapatkan remisi pada momen Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah tahun 2022.

Kepala Lapas Kelas IIA Kendal, Samsul Hidayat mengatakan, remisi khusus Idul Fitri diberikan kepada nara pidana yang beragama Islam yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif.

“Di antaranya telah menjalani pidana minimal enam bulan dan tidak terdaftar pada register F atau buku catatan pelanggaran disiplin nara pidana, serta nara pidana harus aktif mengikuti program pembinaan di Lapas,” terangnya dalam rilis yang diterima BATANGPOS.COM,semarang.id, Jumat (6/5/2022).

Samsul juga menjelaskan, pada momen Lebaran tahun 2022 ini, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kendal belum memberikan kesempatan jam besuk bagi nara pidana untuk bertemu langsung dengan keluarga atau kerabatnya.

“Namun sebagai gantinya, pihak lapas memberikan layanan video call bagi warga binaan untuk berkomunikasi dengan keluarga,” ujar Kalapas Kendal.

Dijelaskan, sesuai kebijakan, jika hari biasa, layanan video call mulai pukul 08.00 sampai 12.00.

Namun untuk tiga hari Lebaran ini diperpanjang sampai pukul 14.30 WIB. Tiap warga binaan diberi kesempatan video call selama 5 menit, sesuai giliran yang telah dijadwal.

“Kalau kunjungan seperti tahun lalu, karena pandemi, kunjungan hanya terima titipan barang dari keluarga. Kompensasi kunjungannya, kami ganti dengan video call,” jelasnya.

Kepala Pengamanan Lapas Kelas IIA Kendal, Bambang Widianto menambahkan, jumlah total warga binaan di Lapas Kelas IIA Kendal sebanyak 335 orang. Pihak lapas memberikan kesempatan selama 5 menit kepada masing-masing warga binaan untuk berkomunikasi melalui layanan video call sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Untuk layanan video call ini telah disediakan empat unit komputer dan lima unit HP Android. Layanan video call Lebaran dibuka selama tiga hari, mulai Senin sampai Rabu kemarin,” terang Bambang.

Sementara untuk jam layanan video call diperpanjang sampai pukul 15.00 WIB, berbeda dengan hari biasa yang hanya sampai pukul 11.30 WIB. Otomatis pada momen Lebaran, dijadwalkan untuk video call, rata-rata per hari sekitar 90 sampai 100 orang lebih. Pada hari biasa hanya sekitar 40 orang.

“Selama tiga hari Lebaran kemarin, layanan video call bisa untuk 90 warna binaan, menyesuaikan dengan kondisi, yang penting semuanya mendapatkan jatah untuk bisa menghubungi keluarga,” imbuh Bambang.

Pada Lebaran tahun ini, warga binaan belum bisa dikunjungi. Pihak keluarga hanya bisa menitipkan makanan melalui petugas. Bambang menjelaskan, khusus pada momen Lebaran, jam pelayanan penitipan makanan, diperpanjang waktunya, mulai pukul 08.00 sampai pukul 14.30 WIB.

“Sementara karena memang kebijakannya dari pimpinan belum bisa pertemuan tatap muka, maka hanya penitipan makanan dan uang, tapi untuk uang menggunakan kartu brizzi, bukan uang cash,” pungkasnya.(HS)