656 Liter Minyak Goreng Bantuan dari Bank Jateng Diserahkan Kepada Pelaku UMKM Kendal

BATANGPOS.COM, KENDAL – Bank Jateng Cabang Kendal menyalurkan bantuan minyak goreng kepada pelaku UMKM Kabupaten Kendal, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Jumat (29/4/2022).

Bantuan sebanyak 656 liter minyak goreng tersebut disalurkan kepada 82 pelaku UMKM di Kabupaten Kendal, dengan masing masing mendapatkan 82 liter.

Pimpinan Bank Jateng Cabang Kendal, Suko Hariyadi mengatakan, penyaluran ini dilakukan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan para pelaku UMKM.

“Bantuan ini kita salurkan, agar para pelaku UMKM di Kabupaten Kendal bisa bangkit kembali untuk membangun perekonomian usai terdampak pandemi Covid-19. Sehingga bisa kembali sejahtera,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Suko juga menyampaikan, selama 2021 Kabupaten Kendal telah menyetor modal Rp 60,3 miliar.

“Sehingga Bank Jateng menerima defiden sebanyak Rp 13,4 miliar. Tentu ini jumlah yang sangat tinggi. Karena jika didepositokan bunganya mencapai 21 persen selama setahun,” terang Suko.

Ditambahkan, selain membagikan CSR, Bank Jateng juga ada program dana bergulir bagi para pedagang di Pasar Relokasi Bahurekso.

“Ini CSR awal berupa minyak goreng untuk pelaku UMKM di Kendal. Selanjutnya juga akan ada dana bergulir untuk pemulihan ekonomi, yang teknisnya kita serahkan kepada Disdagkop dan UKM Kendal,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kendal dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdagkop dan UKM) Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kendal akan membangun gedung UMKM center di selatan Stadion Baru Kendal.

Hal tersebut bertujuan, untuk memudahkan masyarakat dalam mencari produk UMKM unggulan Kendal. Selain itu, Pemkab Kendal juga akan membuat e-catalog lokal. Sehingga produk UMKM Kendal bisa diakses melalui online atau elektronik.

“Jadi ke depan, semua OPD kalau mau belanja produk UMKM Kendal itu masuk di e-catalog dan tinggal diklik. Kalo bisa masuk di sistem elektronik promosinya masuk ke seluruh Indonesia,” ujar Ferinando.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bantuan minyak goreng ini atas kerja sama Pemkab Kendal dengan Bank Jateng, yang diharapkan bisa meningkatkan perekonomian pelaku UMKM. Lantaran kenyataan di lapangan harga minyak goreng melambung tinggi. Termasuk harga minyak goreng curah yang mencapai Rp 22 ribu per kilo.

“Kita temukan ada pedagang di Kendal yang menjual minyak goreng curah harganya Rp 22 ribu/kg. Nantinya kita selidiki, karena itu memberatkan pembeli termasuk pelaku UMKM. Padahal sesuai aturan minyak goreng curah dijual Rp 15.500/kg,” jelasnya.

Salah seorang pelaku UMKM penerima bantuan minyak goreng, Siti Akhidah (45) mengaku dirinya sangat terbantu dengan adanya program bantuan CSR minyak goreng dari Bank Jateng ini. Sebelumnya dia merasa kesulitan membeli minyak goreng untuk kebutuhan produksi onde-onde ketawa dan kacang goreng yang ia buat.

“Selama ini saya selalu menjaga kualitas produk saya. Jadi pakainya minyak goreng kemasan. Sebelumnya, saya merasa kesulitan produksi, karena harga minyak goreng mahal dan langka,” ungkap Siti Akhidah.(HS)