66 Pengurus UPZ Desa di Kendal Dikukuhkan

BATANGPOS.COM, KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal melantik pengurus Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) tingkat desa, serta pendistribusian dan pendayagunaan Baznas Kabupaten Kendal di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal, Jumat (24/6/2022).

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kendal Samsul Huda mengatakan, pelantikan pengurus UPZ tingkat desa/kelurahan ini sebagai bentuk pengoptimalan pengumpulan dan penyaluran zakat kepada masyarakat dan mempermudah program-program kerja Baznas Kabupaten Kendal.

“Baznas setiap tahunnya selalu menyalurkan zakat, dari zakat yang terkumpul dapat memberikan manfaat bagi Mustahik,” ujarnya.

Samsul Huda menjelaskan, pada pengukuhan masa bakti 2022 – 2027 sebanyak 66 desa di lima kecamatan atau 198 orang yang dikukuhkan sebagai pengurus UPZ Desa.

Dipaparkan untuk lima kecamatan yakni Ngampel, Kaliwungu, Kangkung, Rowosari dan Pageruyung ada 66 UPZ desa. Kemudian ditambah Kecamatan Kendal sebanyak 20 kelurahan dan Kecamatan Boja 18 desa.

“Total jumlah UPZ di Kabupaten Kendal sebanyak 287 UPZ yang terdiri dari UPZ OPD sebanyak 148, UPZ masjid 27, sedangkan UPZ Desa yang telah terbentuk 112, baru mengajukan 17 dan baru terbentuk 157. Target kita seluruh desa di Kabupaten Kendal,” papar Samsul Huda.

Adapun program Baznas terdiri dari lima program, yaitu program kemanusiaan yang meliputi RTLH, program pendidikan yang terdiri dari 1 keluarga dhuafa 1 sarjana, program dakwah advokasi, program kesehatan berupa bantuan pengobatan yang telah bekerjasama dengan RSUD dan program ekonomi berupa bantuan alat usaha serta pelatihan wirausaha.

Pengukuhan UPZ ini dilakukan langsung oleh Bupati Kendal Dico M Ganinduto. Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada pihak yang telah dikukuhkan sebagai pengurus UPZ Desa.

Bupati juga menyampaikan bahwa peran dari pengurus UPZ sangatlah mulia dan menjadi amal ibadah lantaran turut membantu dalam pengentasan kemiskinan di daerah.

“Tugas UPZ tentu membantu pengumpulan zakat dan hasil pengumpulan zakat oleh UPZ wajib disetorkan ke Baznas Kendal, tentunya ini menjadi peran yang sangat mulia bagi saudara yang telah dikukuhkan,” kata Dico.

Sementara itu, Kepala Desa Jungsemi, Dasuki mengaku di desanya UPZ sudah berjalan 1,5 tahun, dan Desa Jungsemi merupakan UPZ pertama yang ditetapkan.

Menurutnya, pengumpulan zakat dimulai dari para perangkat desa bersama kepala desa melalui gaji siltap yang dipotong 2,5 persen.

“Kemudian juga pengumpulan infaq para pedagang UMKM di Pantai Indah Kemangi (PIK). Alhamdulilah selama ini sudah berjalan dengan baik, dan mudah-mudahan ke depannya bisa lebih baik lagi untuk Baznas Kendal maupun UPZ di tiap-tiap desa,” tukasnya. (HS-06)