85 Anggota Satgas Kusuma Bangsa PGRI Batang Ikuti Diklat

 

BATANGPOS.COM, BATANG – Sebanyak 85 orang yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kusuma Bangsa, mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) pengamanan dan kemasyarakatan.

Satgas Kusuma Bangsa merupakan anggota pilihan dari organisasi profesi guru, yakni Persatuan Guru Repiblik Indonesia (PGRI) Kabupaten Batang.

“Kami melihat sudah saatnya kita memiliki Satgas, yang nantinya akan bekerja dalam fungsi pengamanan dan kemanusiaan,” kata Ketua PGRI Kabupaten Batang Arif Rohman, di SDN Simbangdesa, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Minggu (19/6/2022).

Dijelaskannya, dua tugas besar yang akan dilaksanakan Satgas Kusuma Bangsa, harus memiliki kualifikasi tentang keamanan dan kemanusiaan yang sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Pengamaanan contohnya untuk kelancaran kegiatan PGRI sendiri dan pengamanan kegiatan Pemkab Batang. Contohnya kemarin Satgas kita juga ikut terlibat membantu mengamankan kunjungan Presiden Joko Widodo bersama TNI dan Polri saat kunjungan di Batang,” jelasnya.

Adapun tugas kemanusiaan, juga akan bekerja sama dengan lintas organisasi dan intansi pemerintahan sebagai klaster relawan kedaruratan kebencanaan dan kemanusiaan.

“Saat ini untuk angkatan pertama, kita latih 85 anggota Satgas Kusuma Bangsa PGRI yang berskala dari 15 Kecamatan,” tegasnya.

Arif Rohman juga menegaskan bahwa kegiatan Satgas Kusuma Bangsa PGRI tidak boleh keluar dari Pendidikan dan pengamanan dan kemanusiaan.

Ia juga menjelaskan bahwa, PGRI  tidak mungkin ikut dalam politik praktis. Akan tetapi sebagai organisasi profesi harus memahami politik.

“PGRI sebagai organisasi profesi yang bersentuhan dengan pendidikan. Oleh karena itu, Satgas Kusuma Bangsa ini sebagai aplikasi kita dalam mengabdikan diri kepada Bangsa dan masyarakat sesuai Anggaran Dasar Rumah Tangga (ADART) PGRI,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang Achmad Taufiq mengapresiasi dibentuknya Satgas Kusuma Bangsa PGRI.

“Satgas Pengamananan dan Kemanusiaan Kusuma Bangsa menjadi pertama kali dibentuk dilingkup PGRI se-Indonesia. Ini langkah cerdas dalam menangkap situasi dan kondisi di Kabupaten Batang,” tuturnya.

Lembaga profesi dengan jumlah sekitar 12 ribu orang, sangat perlu ada penguatan kelembagaan untuk memberdayakan peran serta anggota PGRI lebih optimal dalam mendukung kelancaran penyelengaraan pendidikan.

“Kami harap ini bisa berjalan sesuai tujuan dan ada koordinasi yang baik di semua Stakeholder. Sehingga pelayanan pendidikan tidak tergganggu dan berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Kepala Seksi Kedaruratan BPPD Nugroho, yang ikut menjadi narasumber Dilklat mengatakan, tugas dan fungsi Kemanusiaan yang diemban oleh Satgas Kusuma Bangsa PGRI bisa sebagai asesmen maupun sebagai relawan.

“Kalau melihat potensi Satgas Kusuma Bangsa yang semuanya profesiinya guru bisa masuk dalam klaster psikososial yakni penanganan pasca bencana,” ujar dia. (HS-08)