Akhiri Konflik, Desa Ngetuk dan Muryolobo Sepakati Rekonsiliasi

 

BATANGPOS.COM, JEPARA – Para petinggi Desa Ngetuk dan Muryolobo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, beserta unsur BPD, pemuka agama, tokoh masyarakat, dan pemuda, bersepakat mengakhiri pertikaian warga di kedua desa.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan mereka dengan Penjabat (Pj) Bupati Edy Supriyanta, beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di Gedung Shima, Setda Jepara, Kamis (2/6/2022).

Dalam pertemuan itu, para pihak yang semula bertikai, masing-masing berikrar untuk senantiasa hidup rukun dan damai.

“Saya minta komitmen dari bapak dan ibu semua, apakah siap rukun sak lawase ?,” tanya Penjabat (Pj) Bupati Jepara, Edy Supriyanta, yang dijawab “Siap!” oleh semua yang hadir.

Dalam kesempatan itu, Edy Supriyanta menyatakan harapan agar di kemudian hari tak ada bentrokan antarwarga. Karena itu dia meminta kedua belah pihak, untuk selalu menjaga ikrar damai tersebut.

Dengan demikian kehidupan sosial warganya dapat terjalin harmonis dalam bingkai persaudaraan.

Edy juga memerintahkan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan beserta para petinggi, untuk terus mengawal ikrar damai dua desa ini. Mereka diminta memberikan arahan positif kepada warga, apabila muncul permasalahan.

Sebelumnya, pemuda Desa Muryolobo dan Ngetuk, Kecamatan Nalumsari, bertikai hingga mengakibatkan AR (30) warga Muryolobo, meninggal dengan luka parah di bagian leher.

Bentrokan itu diduga kuat berawal dari perkelahian di pentas musik dangdut di Desa Ngetuk.

Ketua DPRD Jepara Haizul Maarif, berharap agar pertemuan rekonsiliasi ini menjadi momentum, untuk menciptakan kedamaian. Karena itu menurut dia, warga harus selalu menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.

“Saya berharap keseimbangan antara ukhuwah basyariyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah islamiyah betul-betul dijunjung tinggi,” kata dia, seperti dirilis Jepara.go.id.

Kapolres Jepara AKBP Warsono, menyatakan harapan agar kesepakatan damai ini sampai ke seluruh lapisan masyarakat. Dia juga meminta agar konflik warga di kedua desa, tak diwariskan ke generasi mendatang.

”Jangan sampai pola pikir itu turun-temurun sampai dengan anak cucunya. Ini harus kita putus. Lakukan kegiatan-kegiatan positif, yang bertujuan untuk konsolidasi, kebersamaan, dan persaudaraan,” tandasnya.

Kajari Jepara, Ayu Agung juga sangat menyayangkan adanya konflik yang menyebabkan satu orang meninggal tersebut. Menurutnya, pertikaian semacam ini dapat berdampak pada proses pembangunan daerah.

Terlebih Jepara merupakan daerah tujuan wisata dan melakukan kegiatan bisnis. Karenanya diimbau untuk tidak memelihara dendam atau sakit hati.

“Dendam itu salah satu penyakit yang memang dapat menghancurkan diri kita. Semoga kemarin itu yang terakhir kali, dan tidak ada lagi nanti ke depannya,” kata dia.

Dandim 0719/Jepara Letkol Arh. Tri Yudhi Herlambang meminta, adanya pendataan rutin bagi warga yang tengah bekerja di luar desa. Baik mereka yang datang maupun akan pergi.

“Sehingga tidak akan terjadi lagi. Dua kampung ini akan menjadi baik lagi, karena kita sama-sama Pancasila, sama-sama Indonesia, bersaudara,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Petinggi Ngetuk, Fahrul Lidayano meminta maaf atas ulah warganya yang melakukan perbuatan melawan hukum. Dia menjelaskan bahwa konflik warga beberapa waktu itu di luar kehendaknya.

“Kami beserta unsur BPD, pemuka agama, tokoh masyarakat maupun pemuda, berharap banyak dan besar hati kepada seluruh masyarakat Muryolobo, untuk memberikan maaf,” kata dia.

Permintaan maaf Petinggi Ngetuk diterima Petinggi Muryolobo Sunarto. Ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan Petinggi Desa Ngetuk. Naskah tersebut juga turut diteken perwakilan warga dua desa, dan Forkopimda.

Di hadapan Forkopimda, Sunarto sebelumnya juga meminta para stakeholder agar lebih meningkatkan pemantauan dan pengarahan. Khusunya ke semua wilayah di Kecamatan Nalumsari, utamanya terhadap peredaran miras sebab telah mengkhawatirkan.

Bahkan, parahnya anak kecil pun sudah mengonsumsinya. “Kami sebenarnya sudah berusaha, tapi saya bingung mirasnya ini yang masih ada. Kalau saya bingung malah ingin mundur sekalian,” ungkapnya. (HS-08)