Akses Menuju Objek Wisata Sendang Asih Rowosari Dikeluhkan, Butuh Perhatian Pemkab Kendal

BATANGPOS.COM, KENDAL – Akses jalan menuju objek wisata Pantai Sendang Asih, Desa Sendang Sikucing, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal kondisinya memprihatinkan. Selain masih berupa tanah dan batu, juga terdapat beberapa lubang yang mengganggu wisatawan saat menuju ke lokasi.

Hal tersebut juga diperparah dengan penerangan jalan yang masih minim. Padahal, akses jalan menuju lokasi objek wisata Pantai Sendang Asih juga merupakan jalan menuju Kampung Larangan, Desa Sendangsikucing.

Sebenarnya, akses jalan menuju Kampung Larangan, yakni dari jalan raya Bahari sepanjang lebih kurang dua kilometer. Namun karena akses jalannya rusak parah, untuk kendaraan jenis mobil harus membutuhkan waktu 15 – 20 menit untuk bisa sampai di objek wisata Pantai Sendang Asih.

Menurut pengelola objek wisata Sendang Asih, Ikhsan, kondisi infrastruktur jalan Kampung Larangan, memang banyak dikeluhkan warga dan juga pengunjung objek wisata pantai.

Dikatakan, objek wisata Pantai Sendang Asih ini adalah milik perseorangan, dengan lahan seluas lebih kurang sepuluh hektare.

“Hingga saat ini belum ada perbaikan dari pemerintah melalui dinas terkait. Padahal jalan tersebut merupakan jalan kabupaten, yang kewenangan perbaikan maupun perawatan dilakukan pihak pemkab,” ujarnya, Kamis (5/5/2022).

Ikhsan yang juga sebagai Ketua RW 5 di Desa Sendang Sikucing mengungkapkan, untuk bisa meningkatkan pengunjung di objek wisata Pantai Sendang Asih adalah akses infrastruktur yang baik.

Hal tersebut, sebagai bentuk pelayanan kepada para wisatawan. Karena dengan akses infrastruktur yang baik, maka akan membuat nyaman para pengunjung, dan akan berkunjung lagi.

“Mereka adalah tamu, jadi sudah sepatutnya kita ngajeni (menghargai) mereka. Karena dengan menghargai dan melayani dengan baik, maka para pengunjung pasti akan kembali berkunjung ke sini, bahkan mengajak saudara atau temannya,” imbuh Ikhsan.

Dikatakan, selama liburan Lebaran tahun ini, pengunjung Pantai Sendang Asih hanya berkisar 300 – 500 pengunjung perhari, dengan harga tiket masuk sebesar Rp 5.000 sudah termasuk parkir.

“Itupun yang membayar hanya pengunjung dewasa. Karena untuk anak-anak, memang kami tidak menarik biaya. Belum lagi kalau ada rombongan, kami berikan potongan harga,” beber Ikhsan.

Ia juga menyebut, di Pantai Sendang Asih ini, para pengunjung kebanyakan datang pada sore hari. Karena selain menikmati suasana pantai, pengunjung juga ingin melihat keindahan sunset yang terlihat jelas di Pantai Sendang Asih.

Saat disinggung, apakah ada rencana dari pihak pemilik untuk merangkul investor dalam rangka pengembangan Pantai Sendang Asih, dirinya mengaku sampai saat ini belum ada. “Entah ke depannya, apakah ada rencana tersebut,” katanya.

Ditambahkan, saat ini ada 11 warung dan 2 kios milik warga Desa Sendang Sikucing. Selain itu, para karyawan dan penjaga di kawasan Pantai Sendang Asih merupakan warga setempat.

“Kita juga ada rencana pengembangan wisata ternak ikan, yang akan dikelola oleh para pemuda desa. Harapannya, Pantai Sendang Asih ini bisa berkembang. Sehingga bisa mensejahterakan masyarakat Desa Sendang Sikucing,” imbuh Ikhsan.

Rusaknya akses jalan menuju objek wisata Pantai Sendang Asih, dikeluhkan oleh salah seorang pangunjung asal Gemuh, Kabupaten Kendal, Dian (20). Dirinya yang datang bersama teman-temannya memang merasakan akses jalan yang kurang memadai.

“Aksesnya jalannya parah. Kalau cuma tanah dan batu saja kami sudah terbiasa. Tapi ini banyak lubang dan bergelombang. Kalau nggak segera diperbaiki, pengunjung lama-kelamaan enggan datang lagi ke sini,” ujarnya.(HS)