Antisipasi Abrasi, Ribuan Mangrove Ditanam di Tujuh Titik Pesisir Kendal

 BATANGPOS.COM, KENDAL – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-76, Polres Kendal bersama warga menanam ratusan mangrove di pesisir Pantai Indah Kemangi (PIK) Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung, Kamis (9/6/2022).

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya abrasi, karena sebagai wilayah di pesisir pantai utara Jawa, Kabupaten Kendal rawan terjadi abrasi akibat gelombang laut.

Apalagi, garis pantai Kabupaten Kendal cukup panjang dan banyak daerah rawan terkikis gelombang air pasang. Setidaknya ada tujuh wilayah yang rawan abrasi, sehingga perlu perhatian dan partisipasi semua pihak.

Sebagai upaya mencegah dan mengurangi abrasi, ribuan mangrove ditanam untuk memagari wilayah pantai. Mulai dari wilayah pantai sebelah timur di Kaliwungu, hingga Weleri yang ada di wilayah barat.

Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto mengatakan, penanaman mangrove ini merupakan kelanjutan dari program Polda Jawa Tengah sebelumnya, yakni “Mageri Segoro”.

“Saat ini anomali cuaca yang ekstrem, membuat wilayah pesisir terkena dampak gelombang air pasang. Dalam lanjutan program Mageri Segoro, Polres Kendal kembali melaksanakan penanaman mangrove di tujuh titik yang ada di wilayah pesisir, untuk memagari pantai,” terangnya.

Dalam kegiatan ini, pihaknya juga melibatkan TNI dari Kodim 0715/Kendal dan warga sekitar yang peduli kelestarian lingkungan pantai.

“Mangrove ditanam di muara sungai dan pesisir Pantai Indah Kemangi Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung. Ini adalah bentuk ikhtiar kita dalam menjaga kelestarian pantai dan mencegah terjadinya bencana alam, salah satunya banjir rob,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Kepala Desa Jungsemi, Dasuki mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Kendal dan Kodim 0715/Kendal, yang telah menyiapkan ratusan bibit mangrove, untuk memagari wilayah pesisir.

“Saat terjadi gelombang pasang beberapa waktu lalu, Pantai Indah Kemangi tidak terdampak. Namun di wilayah muara sungai mulai terkikis abrasi,” ungkapnya.

Dasuki menambahkan, garis PIK sepanjang dua kilometer lebih ini selalu dijaga dengan penanaman pohon cemara laut dan juga tanaman bakau lainnya.

“Dengan adanya penanaman ini, kami berharap wilayah pesisir tidak terdampak parah, karena air pasang bisa dicegah dengan dipagari tanaman tersebut,” pungkasnya. (HS-06).