Bank Jateng Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir dan Rob di Kendal

BATANGPOS.COM, KENDAL – Bank Jateng Cabang Kendal menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir dan rob di Kabupaten Kendal, yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Penyaluran bantuan diserahkan oleh Pemimpin Bank Jateng Cabang Kendal Suko Hariyadi kepada Kepala Dinsos Kendal, Toni Ari Wibowo, di Kantor Dinsos Kendal, Senin (30/5/2022).

Usai menyerahkan bantuan, Pemimpin Bank Jateng Cabang Kendal, Suko Hariyadi mengatakan, Bank Jateng terpanggil untuk ikut memberikan bantuan bagi para korban bencana banjir dan rob yang terjadi beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah di Kabupaten Kendal.

“Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian Bank Jateng Cabang Kendal untuk membantu masyarakat korban bencana rob dan banjir yang terjadi beberapa hari ini, di wilayah pesisir Kabupaten Kendal,” terangnya.

Dijelaskan, bantuan berupa beras, minyak goreng dan mi instan diserahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Kendal, agar tepat sasaran dan bermanfaat bagi para korban.

“Bantuan yang disalurkan meliputi, beras sebanyak setengah ton, 200 liter minyak goreng dan 20 dus mi instan. Kami berharap bantuan ini dapat meringangkan beban para korban bencana,” ungkap Suko.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kendal, Toni Ari Wibowo mengatakan, pihaknya menerima dan menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Bank Jateng Cabang Kendal ini.

Disebutkan, bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan kepada pihak-pihak yang masih membutuhkan di lokasi banjir rob yang masih terjadi di beberapa wilayah.

“Walaupun penanganan jangka pendek kemarin sudah terpenuhi, ini akan kita alokasikan kepada yang masih membutuhkan. Seperti di Desa Mororejo, Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu, kemudian Dukuh Pilang Desa Wonosari Kecamatan Patebon, dan Gisik Kelurahan Karangsari,” beber Toni.

Ditambahkan, untuk saat ini, rob mulai datang di atas pukul 14.00 WIB dan surut di atas pukul 22.00 WIB.

“Untuk dapur umum dari Dinas Sosial sudah ditarik dan kita alihkan ke dapur umum mandiri, serta pemberian pelatihan cara mengolah makanan dapur umum,” ungkap Toni. (HS-06).