Banyak Beredar Kerupuk Berbahaya, BPOM Minta Masyarakat Waspada

 

BATANGPOS.COM, BATANG – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang, meminta masyarakat lebih mewaspadai kerupuk yang mengandung bahan pewarna Rhodamin B, yang biasanya digunakan untuk tekstil.

Bahan pewarna ini berbahaya untuk dikonsumsi manusia, karena dapat memicu timbulnya kanker.

Peringatan kewaspadaan itu disampaikan Kepala BPOM Semarang, Sandra Maria Philomena Linthin, setelah bertemu dengan Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki, di Ruang Abirawa, Pemkab Batang, Rabu (22/6/2022).

Dia mengatakan, kerupuk yang mengandung bahan berbahaya ini banyak di Jawa Tengah. Karena itu pihaknya berupaya melakukan pemeriksaan di 35 kabupaten dan kota di Jateng, salah satunya di Kabupaten Batang.

“Kami berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Batang dalam langkah mewaspadai beredarnya kerupuk yang berbahan kimia,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.

Adanya kerupuk mengandung pewarna tekstil, memang cukup meresahkan, karena masih bebas dijual di pasar-pasar tradisional.

“Langkah ke depan, BPOM akan bekerja sama dengan Pemkab Batang, untuk melakukan sosialisasi dan penyisiran terhadap makanan atau minuman mengandung bahan kimia berbahaya,” jelasnya.

Dia juga mengimbau masyarakat, untuk mewaspadai makanan berbahaya. Masyarakat diimbau cermat dan mengecek pada saat membeli. Warna krupuk yang mengandung Rhodamin B ini, biasanya terlalu cerah dan berpendar.

Menurutnya, kerupuk dengan ciri-ciri warna ngejreng menunjukkan bahwa kerupuk tersebut mengandung bahan pewarna berbahaya misalnya Rhodamin-B.

Sebagian dari bahan tersebut merupakan karsinogen atau penyebab kanker, sehingga tidak boleh digunakan sebagai bahan campuran dalam makanan apapun termasuk kerupuk.

“Kerupuk dengan bahan pewarna berbahaya banyak ditemukan dalam keseharian. Sulit dikontrol karena dibuat oleh industri kecil, dijual kiloan atau curah, sehingga banyak yang tidak punya izin. Dan celakanya, biasanya justru kerupuk warna-warni seperti ini yang banyak digemari karena renyah dan rasanya gurih,” ungkapnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki menyampaikan, kehadiran BPOM Semarang  di Kabupaten Batang untuk bekerja sama menangani penyebaran makanan atau minuman yang mengandung bahan kimia berbahaya.

Upaya awal yang dilakukan, ke depan bersama BPOM Semarang akan menggelar sosialisasi kepada para pedagang atau pengusaha kecil, agar tidak menggunakan bahan kimia pada makanan yang mereka jual.

“Jika masih banyak ditemukan makanan atau minuman berbahan kimia berbahaya, baru akan kita tindak secara tegas karena hal ini bisa membahayakan kesehatan yang mengkonsumsinya,” ujar dia. (HS-08)