Bayu Seta dan Vionita Happy Jadi Duta Genre Temanggung

 

BATANGPOS.COM, TEMANGGUNG – Bayu Seta dan Vionita Happy, dinobatkan menjadi yang terbaik dan menyandang gelar Duta Genre 2022 Kabupaten Temanggung. Mereka pun akan mewakili Kabupaten Temanggung ke ajang serupa di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Final pemilihan Duta Genre (Generasi Berencana) Kabupaten Temanggung berlangsung meriah. Para finalis yang terdiri atas 10 putra dan putri, mengikuti setiap sesi penilaian yang cukup ketat.

Dalam ajang penilaian itu, para finalis menunjukkan kemampuan mereka masing-masing, mulai menari, bernyanyi, peragaan busana, kemampuan bahasa, berinteraksi, dan lain-lain.

Akhirnya dewan juri menetapkan Bayu Seta dan Vionita Happy berada di posisi teratas. Adapun untuk juara 2 kategori putra diraih Anas Rodin dan kategori putri atas nama Eunike, sedangkan juara 3 diraih Faukaila dan Hatria Pramudita.

Wakil Bupati Temanggung, Heri Ibnu Wibowo, yang hadir saat itu, menyampaikan apresiasi pada Forum Genre, atas pelaksanaan kegiatan pemilihan Duta Genre dari tahap awal hingga malam final.

Kepada 10 finalis Wabup menekankan bahwa tugas Duta Genre nantinya sangat luar biasa, yakni memberikan pendampingan menjadi tempat untuk berkonsultasi terkait berbagai persoalan.

“Kepada 10 finalis dan yang lainnya ini bukan ajang mencari ‘wah’. Bukan ajang mencari popularitas. Karena tugas Duta Genre nantinya sangat luar biasa, untuk memberikan pendampingan, dan tempat berkonsultasi, terkait no free sex, no napza, no HIV, ini tugas kita semuanya,” kata dia, seperti dirilis Temanggungkab.go.id.

Oleh karenanya Wabup berharap, Duta Genre mampu menangani semua itu, termasuk mencegah pernikahan pada usia anak. Menikah pada usia sangat muda, menurut dia bisa berdampak negatif, yakni stunting.

“Saya harap Duta Genre menjadi teladan, menjadi contoh masyarakat sampai kapan pun,” kata Wabup.

Wabup menekankan, napza peredarannya masih cukup tinggi dan pengguna dari kalangan remaja.

Karena itu dia meminta Duta Genre bisa melakukan pendekatan kepada teman-teman sebayanya, agar peredaran narkoba tidak terjadi di Temanggung.

Free sex juga harus dicegah, termasuk pernikahan pada usia anak. Sebab secara psikis belum siap, sehingga dikhawatirkan akan menurunkan generasi-generasi yang tidak sehat, generasi stunting, generasi kekurangan gizi, karena kurang perawatan saat hamil dan melahirkan, karena kurangnya pengetahuan.

“Tugas ke depan cukup tinggi, maka sekali lagi ini jangan dijadikan ajang mencari popularitas. Tugas ke depan di Temanggung cukup berat. Jadi tantangan kita semua, jadi tantangan anak-anak kita semua agar benar-benar menjadi Duta Genre untuk mengatasi hal-hal atau permasalah di Kabupaten Temanggung,” tandasnya. (HS-08)