BBPOM Semarang Gencar Awasi Bahan Pangan Pastikan Aman Dikonsumsi Jelang Lebaran 

BATANGPOS.COM, SEMARANG – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) Semarang terus melakukan intensifikasi pengawasan pangan yang dilakukan mulai dari distributor bagian hulu. Hal itu guna memastikan makan yang beredar menjelang lebaran Idul Fitri 1443 H aman dikonsumsi.

Kepala BBPOM Semarang, Dra Sandra mengatakan, bahwa pihaknya sudah rutin melakukan pengawasan khususnya bahan pangan di bulan ramadan agar masyarakat terhindar dari penyakit.

“Selama bulan ramadan ini seperti tahun sebelumnya, menjelang hari besar keagamaan selalu dilaksanakan intensifikasi pengawasan,” ujarnya, Jumat (29/4/2022).

Sandra menerangkan, pengecekan atau pemeriksaan pangan ini akan dimulai dari dasar terlebih dahulu, sebelum bisa beredar secara luas di pasaran seperti pengecekan terhadap makanan takjil yang dijual atau dibagikan di pinggir jalan.

Sandra menyampaikan, pengawasan ini akan terus dilakukan sampai seminggu setelah lebaran guna memastikan makanan yang berada pada masyarakat dinilai aman.

“Ini selain intensifikasi pengawas dilakukan sarana distribusi dan sarana ritel, tetapi ini dimulai dari hulunya di sarana distributor dan juga kemudian di pasar modern serta pasar tradisional. Kita juga melakukan pengawasan terhadap jajan takjil yang sudah kami lakukan. Nah pengawasan intensifikasi ini menjelang lebaran kita juga sudah lakukan dimulai pada tanggal 28 April akan sampai dengan 1 Minggu setelah lebaran 6 Mei ini yang kita lakukan,” paparnya.

Untuk saat ini, menurutnya, pihaknya sudah melakukan pengawasan di puluhan distributor yang berada di Jawa tengah. Tidak hanya distributor saja pemgawasan juga dilakukan di pasar tradisional hingga pasar modern.

“Sampai saat ini, minggu ke 4 sudah dilakukan pengawasan terhadap 67 baik sarana distributor maupun saranan yang menjual makanan dalam hal ini ritel misalnyal mal swasta dan juga di pasar tradisional,” terangnya.

Dari titik pemeriksaan yang dilakukan, dirinya mengakui masih ditemukan makananan yang bisa beredar tanpa memenuhi syarat yang sudah ditentukan oleh pihaknya. Tidak hanya itu, pihaknya juga masih menemukan makanan yang sudah mencapai masa kedaluarwarsa.

“Dari 67 saranan ini memang ditemukan, masih 32 saranan atau 47,8 persen yang tidak memenuhi kriteria ketentuan. Jadi saranan dari 67 ini masih ada 32 ditemukan menjual makan-makan yang sudah expired yang kedua makanan kemasannya sudah rusak makan yang belum memiliki nomer ijin edar,” bebernya.

“Kemudian ditemukan ada 104 item produk dengan jumlah kemasan 585 yang tidak memenuhi ketentuan. Yang terbanyak adalah pangan tanpa izin edar 362 jenis pangan yang terbanyak ini adalah bahan tambahan pangan bukan produk jadi,” tambahnya.

Sebelumnya, BBPOM Semarang juga sempat meberikan surat pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak distributor untuk benar-benar menjaga produk yang akan dipasarkan saat ramadan hingga lebaran Idul Fitri. Dalam surat tersebut menekankan bahwa makanan yang akan dimasukan dalam parsel harus memiliki masa kedaluwarsa yang panjang.

“Sebelum memasuki bulan ramadahan kita sudah mengedarkan surat untuk toko-toko yang menjual parsel maka minimal produk yang dimasukan dalam parsel makanan itu adalah minimal expired 6 bulan,” imbuhnya. (HS-06)