Bentuk TPPS, Pemkab Blora Kejar Target Penurunan Stunting hingga di Bawah Angka Nasional

 

BATANGPOS.COM, BLORA – Bupati Blora, Arief Rohman berharap Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), yang diketuai Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati, mampu menekan prevalensi stunting hingga di bawah target Nasional.

Penurunan prevalensi stunting tersebut merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan sumber daya manusia berkualitas, dalam menyongsong Indonesia Emas tahun 2045.

Harapan tersebut disampaikan Bupati Blora, Arief Rohman setelah mengukuhkan TPPS Kabupaten Blora, Kamis (7/7/2022) di Pendopo Bupati Blora. Pengukuhan dilaksanakan bersamaan dengan Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 29 tahun 2022.

Bupati mengatakan stunting menjadi persoalan Nasional, termasuk Kabupaten Blora. Karena itu dia meminta semua pihak kompak untuk mengatasi masalah tersebut.

“Blora memiliki PR (pekerjaan rumah) untuk menurunkan prevalensi stunting dari 21,5 ke angka di bawah 14 persen, pada akhir 2024,” kata Bupati, seperti dirilis blorakab.go.id.

Terkait keberadaan TPPS yang baru dibentuk, tim ini akan bertugas mengkoordinasikan, menyinergikan, dan mengevaluasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Blora.

Karena itu TPPS harus terus berinovasi serta aktif berkoordinasi dengan seluruh stakeholder. Rencana aksi penurunan stunting di Blora, juga harus diselaraskan dengan program di tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Nasional.

“Rencana aksi yang akan diterapkan di Kabupaten Blora memiliki keselarasan dengan rencana aksi nasional dan juga dari jenjang provinsi dan pusat juga,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati menyatakan kesiapannya dengan seluruh tim yang baru saja dikukuhkan, untuk melaksanakan tugas mempercepat penurunan stunting di Blora.

“Saya beserta Forkopimda dan tim pelaksana percepatan penurunan stunting Kabupaten Blora menyatakan siap dan sedia, untuk dikukuhkan dan bekerja sama untuk menurunkan stunting di Kabupaten Blora,” kata Wabup.

Dia menjelaskan percepatan penurunan stunting adalah upaya yang mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif, yang dilaksanakan secara konvergen, holistik, integratif dan berkualitas, melalui kerja sama multisektor dari Pemerintah Pusat, pemerintah daerah, hingga ke tingkat desa.

Karena itu dia kemudian mengajak seluruh pihak, untuk berpartisipasi aktif.

“Saya mengajak seluruh tim serta semua pihak untuk ambil bagian dan berpartisipasi aktif, dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Blora. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak, yang tidak kenal lelah dalam upaya pemutakhiran data terkait dengan stunting di Kabupaten Blora,” paparnya.

Hadir pula pada kesempatan tersebut, Forkopimda Blora, Kemenag Blora, Sekda Blora Ketua TP PKK Blora, Ketua TP PKK Blora, beserta dengan Kepala OPD, Camat, Kepala KUA, dan seluruh pihak lainnya (HS-08).