Berkunjung ke Klaten, Tiga Cemilan Ini Dapat Jadi Buah Tangan

 

BATANGPOS.COM, KLATEN – Klaten merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah, yang memiliki beragam oleh-oleh khas yang terkenal. Oleh-oleh khas ini banyak diborong wisatawan yang datang ke Klaten, karena keunikan rasanya.

Setidak-tidaknya terdapat tiga macam camilan, yang dapat dibawa sebagai oleh-oleh oleh warga yang berkunjung ke wilayah ini, yakni jenang ayu, slondok, dan kripik ceker.

Jenang ayu merupakan makanan tradisional asal Klaten dan telah eksis sejak era kolonial. Biasanya makanan ini dijadikan sebagai buah tangan dalam upacara pernikahan adat Jawa dan sering dijadikan suguhan saat hajatan.

Dibuat dari perpaduan gula aren dan santan sebagai bahan utama, jenang ayu merupakan kudapan yang memiliki cita rasa manis gurih alami. Jenang ayu bertekstur lebih lembek dibandingkan makanan sejenisnya, seperti dodol yang memiliki tekstur kenyal.

Keistimewaan penganan ini, seperti dirilis Klantenkab.go.id, adalah karena bisa bertahan lama, walaupun dimasak dengan bahan alami. Bahkan jenang ayu yang diproduksi di Kampung Niten, Desa Gadungan, Kecamatan Wedi, bisa tahan hingga tiga bulan.

Jajanan ini terawetkan secara alami oleh minyak kelapa, yang keluar saat santan dimasak dalam durasi yang panjang. Sehingga jajanan ini sangat cocok sebagai buah tangan saat berkunjung ke Klaten dan aman dibawa hingga ke luar kota bahkan luar negeri.

 

Slondok khas Klaten. (Foto : Klatenkab.go.id)

Slondok

Penganan kedua yang merupakan oleh-oleh khas dari wilayah ini adalah slondok.

Makanan ini terbuat dari singkong, yang dibentuk menjadi lingkaran-lingkaran kecil seperti cincin, kemudian dijemur hingga kering lalu digoreng. Rasanya gurih dan renyah. Selain dijadikan oleh-oleh, slondok biasa dijadikan teman berkumpul dengan sanak famili, terutama di momen lebaran seperti saat ini.

Camilan ini memiliki rasa gurih khas yang berasal dari singkong sebagai bahan utamanya. Selain rasa original, slondok juga disediakan dalam beberapa varian rasa; pedas, balado, barbeque, manis pedas, keju.

Harganya pun terjangkau, mulai dari Rp 8.000 hingga 30.000 per bungkusnya. Slondok mudah ditemukan di toko oleh-oleh Klaten.

 

Keripik ceker khas Klaten. (Foto : Klatenkab.go.id)

Kripik Ceker

Adapun untuk oleh-oleh ketiga, adalah keripik ceker, cakar, atau kaki ayam. Cakar ayam biasanya diolah menjadi hidangan seperti soto dan sup. Namun di Klaten, ceker diolah menjadi kudapan alternatif berupa keripik, mirip keripik kulit ayam.

Keripik ceker khas Klaten memanfaatkan daging yang menempel di kaki ayam saja tanpa tulang. Keripik ceker selanjutnya dibumbui dan dilakukan dua kali penggorengan.

Pertama, penggorengan untuk mengeringkan kulit bagian luar, dan penggorengan kedua untuk mengeringkan kulit bagian dalam.

Ceker digoreng hingga kering dan menghasilkan rasa yang gurih juga renyah. Keripik ceker tak hanya cocok dijadikan sebagai camilan, tetapi juga kerupuk pendamping nasi dan lauk. Oleh-oleh ini dapat diperoleh di outlet oleh-oleh khas Klaten, di Jalan Rajawali, Klaten Tengah. (HS-08)