BIN Jateng Kembali Gelar Vaksinasi di Kendal, Kali Ini Sasarannya Warga Pucangrejo

BATANGPOS.COM – Dalam rangka mendukung percepatan cakupan vaksinsi Covid–19 di Provinsi Jawa Tengah, Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Jateng menggelar vaksinasi bagi masyarakat di Kabupaten Kendal.

Seperti kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan di Balai Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, Rabu (23/3/2022).

Kepala BIN Daerah (Kabinda) Jateng, Brigjen TNI Sondi Siswanto mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya BIN Jawa Tengah mempercepat capaian vaksinasi di derah-daerah. Menurutnya, ada 24 titik pelayanan vaksinasi yang dilaksanakan BIN Jawa Tengah guna mempercepat cakupan vaksinasi di Provinsi Jawa Tengah.

“Kali ini BIN Jateng menggelar vaksinasi Door To Door pada masyarakat umum, anak usia 6-11 tahun dan lansia di 24 kota atau kabupaten di Jawa Tengah dengan tujuan agar terciptanya herd immunity masyarakat yang kuat,” jelas Kabinda Jateng.

Brigjen TNI Sondi juga memaparkan, vaksinasi digelar di dua kota dan 22 kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, dengan target yang dilakukan sebanyak 30.000 dosis vaksinasi.

“Yakni Kota Magelang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal, Wonosobo, Banyumas, Grobogan, Magelang, Rembang, Kebumen, Purbalingga, Temanggung, Demak, Banjarnegara, Karanganyar, Brebes, Boyolali, Cilacap, Kudus, Purworejo, Blora, Pekalongan, Pemalang, Jepara,dan Sukoharjo dengan target yang dilakukan sebanyak 30.000 dosis vaksinasi,” paparnya.

Ditegaskan, kegiatan ini merupakan upaya BIN Jateng dalam mengatasi ancaman kesehatan khususnya bahaya Covid-19 varian Omicron.

“Kami akan terus melakukan upaya bersama-sama pemerintah daerah untuk mengatasi masalah kesehatan karena pandemi Covid-19,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pucangrejo, Agus Riyanto mengatakan, pencapaian vaksinasi di desanya termasuk yang tertinggi di Kecamatan Gemuh. Meski begitu, pihaknya akan terus memberikan sosialisasi menjadi faktor utama pelaksanaan vaksin hampir tuntas.

“Dari data yang ada, untuk dosis pertama sudah hampir 100 persen. Sementara untuk dosis kedua sudah masuk di angka 85 persen. Khusus untuk dosis ketiga atau booster memang masih rendah tetapi angkanya sudah di atas 20 persen,” ungkap Agus.

Bukan itu saja, Pemdes Pucangrejo juga rajin melakukan jemput bola supaya pelaksanaan vaksin menjadi capaian tertinggi, meski masih ada kendala saat pelaksanaan dosis ketiga.

“Kendala yang dihadapi adalah masih ada yang takut dengan efeknya. Selain itu banyak warga yang menganggap sudah vaksin dua kali sudah cukup sehingga banyak yang menyepelekan,” ujarnya.

Kendala lain, lanjut Agus, yakni masalah adalah komunikasi yang kurang terkait jeda pemberian vaksin kedua dan ketiga.

“Ada yang menyatakan tiga bulan ada juga yang mengatakan enam bulan setelah penyuntikan dosis kedua. Untuk itu, kita tetap memberikan sosialisasi dan imbauan dengan cara jemput bola, sosialisasi keliling desa, ke RT dan lewat tempat ibadah,” ungkap Agus.

Sementara Kepala Puskesmas Gemuh II dr Fitroh mengatakan, Desa Pucangrejo termasuk tertinggi capaiannya di wilayah Kecamatan Gemuh. Berbagai cara dilakukan, agar taget percepatan vaksinasi tercapai.(HS)