Bupati Kebumen Minta Penyandang HIV/AIDS Tidak Dikucilkan

 

BATANGPOS.COM, KEBUMEN – Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengajak warganya tidak menguncilkan para pengidap HIV / AIDS. Para pengidap ini membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya, agar mereka tetap memiliki semangat hidup dan bisa menjalani pengobatan yang dibutuhkan.

Bupati menyampaikan ajakan tersebut, ketika menggelar silaturahmi dan halal bihalal yang diikuti orang dengan HIV AIDS (ODHA) dan Anak Dengan HIV AIDS (ADHA), di Pendopo Kabumian, Jumat (6/5/2022). Hadiir pula dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Kebumen, Iin Windarti Sugiyanto dan sejumlah pimpinan OPD.

“AIDS ini tidak menular hanya dengan berbicara dengan penderitanya, tetapi melalui hal-hal lain, seperti sex bebas, penggunaan jarum suntik dan hal-hal negatif lainnya. Hilangkan stigma semacam ini, yang harus kita jauhi itu virusnya, bukan orangnya,” kata Bupati, seperti dirilis Kebumenkab.go.id.

Karena itu, lanjut Bupati, warga tidak perlu menjauhi para penyandang HIV/AIDS. Mereka malahan harus “dirangkul”, dilindungi, dan ditangani pengobatannya. Sebab jika tidak ditangani, maka justru dikhawatirkan malah menyebar ke orang lain lantaran tidak ada pendampingan.

“Mereka-mereka ini harus kita rangkul agar mereka tertangani dengan baik, tidak depresi dan melakukan tindakan yang frontal. Ini yang penting,” ucap Bupati.

Bupati menegaskan, yang terpenting dalam menyikapi persoalan HIV/AIDS adalah penanganannya. Pemerintah harus benar-benar hadir kepada masyarakat untuk memberikan edukasi tentang bahaya seks bebas yang bisa menimbulkan HIV/AIDS, dan menangani bagi mereka yang sudah terkena.

“Penanganan ini harus sedini mungkin, tidak ada satu hal yang tidak bisa diselesaikan kalau ada komunikasi. Kepada para penyandang atau penyidap, jangan merenung diri, jangan stres. Tapi aktiflah melakukan komunikasi dengan penyandang lain, dan petugas karena kita sudah ada wadahnya KPA,” terang Bupati.

Terkait data kasus AIDS di Kebumen yang masih tertinggi di Jateng pada 2022 ini, kata Bupati, tentu ini menjadi PR. Namun ini bisa jadi karena petugas KPA Kebumen sangat aktif mentracking orang-orang yang diduga kuat terkena HIV AIDS. Sehingga AIDS yang layaknya fenomena gunung es cepat terungkap kasusnya di Kebumen.

“Saya lihat ini petugas kita sangat aktif melakukan tracking, seperti mereka pasangan yang ingin menikah kan harus ditest kesehatannya apakah ada indikasi kena AIDS atau tidak, kemudian para pekerja dari luar atau dalam juga harus ditest dulu kesehatannya. Di samping itu upaya pencegahan juga terus dilakukan dengan edukasi dan segala macam,” ucapnya.

Bupati pun mengungkapkan keprihatinan, dengan banyaknya penyandang HIV/AIDS di Kebumen, yang rata-rata adalah anak muda. Bahkan ada pula pelajar yang sudah terkena AIDS. Hal ini kata Bupati, menjadi catatan penting, terutama pihak keluarga untuk melakukan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terjun dalam dunia bebas.

“Orang tua bisa menguatkan karakternya  dengan cara pendidikan keagamaan. Kuatkan pendidikan karakter anak-anak sedini mungkin dengan nilai-nilai agama. Karena apa? Sekarang anak-anak dua tahun sudah pegang handpone, kalau tidak sampai diawasi, maka ini bisa membahayakan,” jelasnya. (HS-08)