Bupati Sragen Ajak CPNS dan PPPK Gaspol Tunjukkan Pengabdian Terbaik

 

BATANGPOS.COM, SRAGEN – Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati memastikan tidak akan memberikan izin pada pegawai negeri sipil (PNS), untuk pindah ke instansi di luar Sragen, sebelum bekerja selama 10 tahun.

Penegasan itu disampaikan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, dalam acara penyerahan SK pengangkatan 2021, kepada para calon PNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Kabupaten Sragen, Jumat (20/5/2022).

Hadir pula dalam kegiatan itu, Wakil Bupati, Suroto; Sekda Sragen, Tatag Prabawanto; dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Sragen, Hargiyanto.

Kepada CPNS, Bupati Yuni menegaskan untuk bekerja sesuai aturan berlaku dan tidak ada keinginan pindah instansi keluar Sragen.

“Selaku CPNS sedang berada dalam masa percobaan, jadi tidak usah aneh-aneh. CPNS yang berasal dari luar Sragen, saya pastikan tidak akan saya izinkan pindah, bagi yang mengajukan pindah, sebelum punya masa kerja 10 tahun di Sragen,” tegas Bupati.

Adapun pada PPPK, secara khusus Bupati memberikan beberapa PR. Sebagai tenaga pendidik, Bupati meminta ada kemajuan di Bumi Sukowati khususnya bidang Pendidikan.

“PR pertama, cari murid sebanyak-banyaknya, jangan sampai kalah dengan sekolah swasta dan jangan ada yang kekurangan murid. Siap? Harus siap. Itu baru namanya orang Sragen. Ayo kita majukan pendidikan di Kabupaten Sragen,” ajak Bupati.

Menurut dia, pendidikan merupakan kunci untuk banyak hal, termasuk memajukan negeri.

“Karena itu kunci. Kunci segala macam, pengentasan kemiskinan, pengentasan kebodohan, penurunan angka stunting, itu kuncinya ada di pendidikan. Kalau pendidikan kita maju, anak didik kita menjadi berkualitas, sudah tentu di daerah itu akan maju. IPM (Indeks Pembangunan Manusia) pun akan naik,” kata dia.

Bupati menambahkan akan rutin mengevaluasi kinerja ASN di Pemkab Sragen. Untuk PPPK yang kinerjanya tidak sesuai standar, juga tidak akan diperpanjang masa kontraknya.

“Jika tidak memenuhi standar yang berlaku, tentu kita tidak akan memperpanjang masa kontrak tersebut. Untuk itu, kami minta kewajiban bisa dijalankan dengan baik dan larangan bisa dihindari dan tidak dilakukan,” lanjutnya.

Sementara dalam acara tersebut, SK pengangkatan diserahkan kepada 61 CPNS dan 788 PPPK. Untuk CPNS terdiri atas formasi umum 58 orang, penyandang disabilitas 1 orang, dan lulusan STTD 2 orang.

Adapun untuk PPPK Guru Tahap I, sebanyak 788 orang, meliputi formasi Guru SD berjumlah 651 orang dan Guru SMP 137 orang.

Usai menyerahkan, Bupati Yuni mengucapkan selamat dan meminta kepada CPNS dan PPPK yang baru menerima SK agar melaksakan tugas sebagai abdi negara dan masyarakat dengan baik, segera menyesuaikan diri di tempat tugasnya, dan membawa spirit kemajuan bagi Kabupaten Sragen.

“Alhamdulillah, sudah mendapat SK yang ditunggu-tunggu, tentu sebagai imbal balik bahwa PPPK itu bisa menjadi motor penggerak bagi kegiatan pembangunan di Sragen. Karena saat ini formasinya adalah di Dinas Pendidikan tentu diharapkan menjadi daya dorong kemajuan di Kabupaten Sragen,” ucap Bupati Yuni pada sambutannya.

Selain mereka, sebanyak 448 guru juga sudah lulus tes PPPK Tahap II. Bupati Yuni mengatakan akan secepatnya menyerahkan SK pengangkatan untuk mereka.

“Saat ini masih ada guru-guru yang sudah lulus tes tahap II yang masih menunggu proses penyerahan SK. Kami minta untuk sabar, dan secepatnya akan kami serahkan. Karena test-nya tidak bareng, TMT-nya juga tidak bareng, jadi penyerahan SK nya juga tidak bareng,” kata dia. (HS-08)