TATA CARA DAN NIAT SALAT GERHANA BULAN SENDIRI ATAUPUN BERJAMAAH

Pendahuluan

Shalat Gerhana bulan sendiri ataupun berjamaah. Gerhana bulan adalah fenomena astronomi yang memukau dan dalam Islam, shalat gerhana bulan memiliki makna penting.

Makna dan Pentingnya Shalat Gerhana Bulan

Gerhana bulan dianggap memiliki nilai spiritual dan keagamaan yang tinggi dalam ajaran Islam. Menyaksikan gerhana bulan dan beribadah di saat itu memiliki nilai tersendiri dalam meningkatkan keimanan umat Islam.

Tata Cara Shalat Gerhana Bulan

Sebelum melaksanakan shalat gerhana bulan, persiapan yang baik sangat diperlukan. Adapun langkah-langkah shalat ini dilakukan dengan penuh kesadaran dan rasa hormat.

Niat Salat Gerhana Bulan Berjamaah

Pelaksanaan shalat gerhana bulan dalam bentuk berjamaah memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk saling memperkuat iman dan memperkokoh tali persaudaraan.

Niat sholat gerhana bulan berjamaah yang dibaca imam dan makmumnya:

صَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Ushalli sunnatal khusufi rak’ataini imaman/makmuman lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat sholat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

Tata cara sholat gerhana bulan untuk berjamaah:

1. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.
2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.
3. Baca taawudz dan Surat Al Fatihah. Setelah itu baca Surat Al Baqarah atau selama surat itu dibaca dengan jahar (lantang).
4. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 100 ayat Surat Al Baqarah.
5. Iktidal, bukan baca doa iktidal tetapi baca Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Ali Imran.
6. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 80 ayat Surat Al Baqarah.
7. Iktidal, baca doa iktidal.
8. Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama.
9. Duduk di antara dua sujud.
10. Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.
11. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
12. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Hanya saja, bedanya pada rakaat kedua dan berdiri pertama dianjurkan membaca surat An Nisa, sedangkan pada berdiri kedua dianjurkan membaca Surat Al Maidah.
13. Salam

Terakhir setelah sholat, imam atau orang yang diberi wewenang menyampaikan dua khutbah sholat gerhana dengan tausiyah agar jamaah beristighfar, semakin takwa kepada Allah, bertaubat, sedekah, dan lain sebagainya.

Niat Shalat Gerhana Bulan Sendiri

Ketika melakukan shalat gerhana bulan secara individu, niat yang benar dan tata cara yang tepat perlu diperhatikan. Hal ini melibatkan kekhusyukan dan kesungguhan dalam ibadah.

Niat sholat gerhana bulan sendiri:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى

Ushalli sunnatal khusufi rak’ataini lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat sholat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT.”

Tata cara sholat gerhana bulan untuk sendiri:

1. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.
2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.
3. Baca taawudz dan surat Al Fatihah. Setelah itu baca surat Al Baqarah atau selama surat itu.
4. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 100 ayat surat Al Baqarah.
5. Iktidal, bukan membaca doa iktidal, tetapi surat Al Fatihah. Setelah itu baca surat Ali Imran atau selama surat itu.
6. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 80 ayat surat Al Baqarah.
7. Iktidal dengan membaca doa iktidal.
8. Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama.
9. Duduk di antara dua sujud.
10. Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.
11. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
12. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama seperti rakaat pertama. Hanya saja bedanya, pada rakaat kedua saat berdiri pertama dianjurkan membaca surat An-Nisa. Sedangkan ketika berdiri kedua dianjurkan membaca surat Al Maidah.
13. Salam.
14. Istighfar dan doa.

Menurut Mazhab Maliki tidak ada batasan jumlah rakaat sholat gerhana bulan. Sholat sunah gerhana bulan ini dapat dikerjakan per dua rakaat.

Gerhana Bulan dan Tradisi Muslim

Gerhana bulan telah lama menjadi bagian dari tradisi Muslim. Banyak budaya dan tradisi yang terkait dengan gerhana bulan yang merupakan warisan kepercayaan spiritual dalam masyarakat Muslim.

Kesimpulan

Salat gerhana bulan bukan hanya sekedar ritual ibadah, namun juga sebuah pengingat akan kebesaran Tuhan. Praktik ini menunjukkan hubungan erat antara keajaiban alam dan keimanan spiritual umat Islam.

Scroll to Top