Cegah Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku, Aparat Gabungan di Demak Periksa Keluar dan Masuk Ternak

 

BATANGPOS.COM, DEMAK – Pemkab Demak bersama TNI dan Polri, terus berupaya mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku di wilayahnya. Seperti yang dilakukan aparat gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pertanian beberapa waktu lalu, dengan memeriksa delapan truk dan enam pikup pengangkut sapi, yang melintas di Pos Lalu Lintas Jebor.

Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono, mengatakan dalam razia itu, kendaraan pengangkut sapi yang tanpa dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), diperintahkan untuk putar balik. Namun saat pencegatan di lapangan, tidak ditemukan  kendaraan yang melanggar ketentuan.

“Total keseluruhan ada 104 ekor sapi yang dilengkapi dengan SKKH. Dalam pemeriksaan petugas, seluruh sapi dinyatakan sehat tanpa ada gejala virus PMK, sehingga dapat melanjutkan perjalanan kembali,” kata AKBP Budi, seperti dirilis demakkab.go.id.

Dirinya menjelaskan adapun pengecekan yang dilakukan meliputi pemeriksaan fisik mulai dari mulut, kuku, hingga pengukuran suhu tubuh. Hewan ternak yang terindikasi PMK, biasanya menunjukkan sejumlah gejala-gejala seperti sariawan, bernanah, kukunya kopek, dan layu.

“Pertama suhu badan akan tinggi, kalau lebih parah lagi gejala akut mulutnya lepuh seperti sariawan, bernanah, kukunya kopek dan layu,” terangnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinpertan Pangan Demak, M Agus Nugroho LP menyampaikan kasus terkonfirmasi positif di Jawa Tengah, pada Mei 2022 di kabupaten Boyolali, sedangkan untuk kabupaten yang terlaporkan kasus dan masih dalam pengujian sample di laboratorium meliputi Kabupaten Klaten, Banyumas, Purbalingga dan Pemalang.

“Adapun kabupaten Demak dan 29 kabupaten lainya sampai saat ini belum ada laporan kasus PMK pada ternak,” kata Agus Nugroho. (HS-08)