DBD di Kendal Meningkat, Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Digencarkan

BATANGPOS.COM, KENDAL – Meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kendal sejak awal tahun 2022 hingga sekarang, membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal melakukan koordinasi dengan semua Puskesmas dan masyarakat.

Seperti dilakukan oleh Puskesmas Kecamatan Ngampel yang mengadakan Lokakarya Lintas Sektoral untuk mensosialisasikan penanganan DBD di Kantor Kecamatan Ngampel, yang dihadiri seluruh kepala desa dan bidan desa beberapa waktu lalu.

Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, sepanjang tahun 2022 sejak Januari hingga Juni tercatat total sebanyak 120 kasus, enam di antaranya meninggal dunia.

Kasus terbanyak di Kecamatan Boja sebanyak 16 kasus, dan dua di antaranya meninggal dunia. Data rincinya, pada Januari 21 kasus, Februari tujuh kasus, Maret 19 kasus, April 28 kasus, dan Mei 26 kasus.

Khusus di bulan Juni ada 19 kasus, yang juga dua di antaranya meninggal dunia. Untuk sementara di bulan Juli belum ada laporan kasus DBD yang masuk.

Programmer DBD Dinas Kesehatan Kendal, Masruroh menjelaskan, untuk mencegah meningkatnya kasus DBD, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal melakukan koordinasi dengan semua puskesmas dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kami telah melalukan koordinasi dengan pihak Puskesmas untuk bisa mengadakan sosialisasi tentang DBD bersama bidan desa,” terangnya.

Untuk itu, masyarakat diminta meningkatkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk atau PSN.

Karena menurut Masruroh, pihak Dinas Kesehatan hanya melakukan fogging di tempat yang sudah terjadi kasus DBD.

Pasalnya fogging tidak dianjurkan, karena hanya membunuh nyamuk dewasa. Pencegahan yang paling efektif adalah melakukan PSN.

“Pencegahan yang efektif itu dengan PSN, sehingga PSN harus lebih digerakkan lagi,” tandas Masruroh.

Siti Maryam, selaku penanggung jawab Program Upaya Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Ngampel mengatakan, kasus DBD pada tahun 2022 di wilayah Kecamatan Ngampel ada empat kasus, yakni di Desa Sumbersari, Banyuurip dan Sudipayung.

“Upaya yang kami lakukan adalah menggalakkan PSN dengan melakukan sosialisasi melalui posyandu, pengajian dan kegiatan masyarakat lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Ngampel, Mugiono mengatakan, untuk mengantisipasi berkembangnya DBD, pihaknya telah menggerakkan seluruh kepala desa untuk melakukan PSN di desanya masing-masing.

“Kamj juga menggerakkan kerja bakti secara rutin tiap Jumat pagi. Selain itu sosialisasi dengan desa. Misalnya ketika rapat dengan Paguyuban Kepala Desa, juga dengan PKK, ayo bareng-bareng melakukan PSN,” ujarnya..

Mugiono mengimbau dan meminta kepada masyarakat, untuk menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

“Kuras dan tutup tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air dan manfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi jadi tempat berkembangbiak nyamuk yang menularkan demam berdarah,” pungkasnya. (HS-06)

Foto : Ilustrasi Waspada DBD