Dinkominfo Blora dan Bea Cukai Kudus Ajak Pemuda Desa Jomblang Awasi Peredaran Rokok Ilegal

 

BATANGPOS.COM, BLORA – Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Blora dan Kantor Bea dan Cukai Kudus, mengajak para pemuda dan karang taruna di Desa Jomblang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, untuk ikut mengawasi peredaran rokok bercukai ilegal.

Ajakan itu disampaikan pejabat kedua lembaga tersebut, dalam sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai Tembakau (DBH CHT) Tahun 2022, di pendopo Desa Jomblang, Selasa (24/5/2022).

Dalam laporannya, Sekretaris Dinkominfo Blora, Bambang Setya Kunanto, mengatakan tujuan sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai Tembakau (DBH CHT) Tahun 2022 tersebut, untuk menekan peredaran rokok ilegal.

Dia berharap para pemuda dan Karang Taruna Desa Jomblang, dapat menjadi duta pencegahan peredaran produk tembakau bercukai ilegal, sekaligus meneruskan informasi tersebut kepada masyarakat.

Sementara itu Pejabat Fungsional Ahli Pratama Bidang Penyuluhan dan Pelayanan Informasi Kantor Bea Cukai Kudus, Didit Ghofar mengatakan pihaknya bertugas melaksanakan sebagian tugas pokok Kementerian Keuangan di bidang kepabeanan dan cukai.

Dijelaskannya, jenis barang kena cukai berdasarkan Undang-Undang Cukai Nomor 39 Tahun 2007 Pasal 4 Ayat 1, yakni etil alkohol, minuman mengandung etil alkohol dan hasil tembakau.

“Barang tertentu tersebut mempunyai sifat dan karakteristik tertentu, sehingga konsumsinya perlu dikendalikan. Peredarannya perlu diawasi. Pemakainnya menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup. Pemakainnya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan kesinambungan,” kata dia, seperti diriis blorakab.go.id.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Blora, Pratikto Nugroho, mengatakan Desa Jomblang merupakan wilayah binaan organisasi perangkat daerah yang dipimpinnya.

“Sebelum menginjak ke acara sosialisasi ketentuan bidang DBHCHT, kebetulan Desa Jomblang ini binaannya Dikominfo Blora. Jadi mumpung saya ketemu, jadi perlu adik-adik ketahui, saya dan teman-teman ini sebagai Pembina desa Jomblang, yang kaitannya dengan kegiatan apapun. Sesuai perintah Pak Bupati, masing-masing OPD harus punya desa binaan, sehingga kami nanti akan bisa sharing dan ketemu, terkait apa yang harus kami laksanakan, sesuai tanggung jawab kami di Desa Jomblang,” kata Pratikto Nugroho.

Dia juga menjelaskan, wabah Covid-19 memiliki dampak luar biasa, terutama bagi Kominfo.

“Masih ingat ya, 2019 munculnya Covid-19. Saya yakin semua merasakan yang sama. Yang pasti semua sektor kehidupan masyarakat lumpuh. Artinya kita terbelenggu adanya pandemi Covid-19,” tambahnya.

Pada masa seperti itu, keberadaan ponsel cerdas sangat membantu kehidupan sehari-hari.

“Ada perilaku yang luar biasa yang menyangkut pemenuhan hidup kita. Sekarang pun eranya sudah teknologi yang bisa diselesaikan dengan satu genggaman yakni Hp. Termasuk sistem penyelenggaraan pemerintah dari pusat hingga desa, juga bagi pelaku UMKM yang menggunakan Hp untuk berjualan. Karena sekarang adalah transformasi digital,” paparnya.

Ke depan, kata Pratikto, akan terjadi perubahan mindset, khususunya bagi para pemuda, yakni pemuda yang menguasai teknologi informasi adalah keren.

“Intinya, pada hari ini, adik-adik semuanya, menyimak dan mengikuti paparan, risiko ketika kita menggunakan rokok yang tidak bercukai, semoga ini bisa bermanfaat, bisa diskusikan bersama, karena salah satu pemanfaatan cukai, salah satunya kita bisa bertemu di sini,” tambahnya.

Sementara itu Kades Jomblang H. Agus Mukmin, setelah selesai acara menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya sosialisasi dan sepakat bahwa rokok ilegal harus diberantas, karena selain merugikan negara juga merugikan masyarakat. Selain itu ada ancaman pidana, bagi siapa saja yang terlibat peredaran rokok ilegal.

“Terima kasih kepada Dinas Kominfo dan Kantor Bea Cukai Kudus. Yang jelas semuanya sepakat bahwa rokok ilegal harus diberantas karena selain merugikan negara juga merugikan masyarakat. Ada ancaman pidana bagi siapa saja yang terlibat peredaran rokok ilegal,” kata dia. (HS-08).