Disdagkop-UKM Kendal Siapkan 45.000 Liter Migor, Ini Tujuannya

KENDAL, BATANGPOS.COM – Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop-UKM) Kendal menyiapkan stok minyak goreng sebanyak 45.000 liter. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan minyak goreng yang terjadi di sejumlah pasar.

Dari 45.000 liter stok minyak goreng yang bakal disiapkan oleh Disdagkop-UKM Kendal, terdiri dari 20.000 liter minyak goreng kemasan, dan 25.000 liter minyak goreng curah.

Kepala Disdagkop-UKM Kendal, Ferinando RAD Bonay mengatakan pasokan minyak goreng kemasan dan curah tersebut nantinya akan didistribusikan ke para pedagang, UMKM, dan masyarakat dalam rangka operasi pasar lanjutan.

“Hingga kini Disdagkop-UKM Kendal sudah menyalurkan 20.396 liter minyak goreng di tingkat pedagang hingga masyarakat umum,” kata dia, Selasa (15/3/2022).

“Dalam operasi pasar ini disediakan sebanyak 11.700 liter untuk pedagang, dan sisanya didistribusikan kepada UMKM dan masyarakat,” imbuhnya.

Ferinando mengungkapkan beberapa pasar yang sudah mendapatkan jatah stok minyak goreng yakni Pasar Relokasi Weleri, Pasar Cepiring, Pasar Pagi Kaliwungu, dan Pasar Gladak.

“Pemerintah terus berupaya membantu ketersediaan stok minyak goreng di pasar-pasar tradisional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, minyak goreng kemasan diminta dari Bulog dan salah satu produsen minyak goreng. Sedangkan migor curah diajukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Surat permohonan 10.000 liter minyak goreng kemasan ke Bulog sudah dikirim, sisanya kami ajukan besok,” tutur Ferinando.

Minyak goreng kemasan ini, kata Ferinando, akan didistribusikan langsung ke desa-desa dengan harga sesuai HET Rp 14.000/liter. Sedangkan minyak goreng curah akan dibagikan ke pasar-pasar tradisional, sasarannya pedagang dengan harga Rp10.800 per liter.

“Operasi ini harapan kami, meskipun minyak goreng jumlahnya masih terbatas, tapi tidak ada istilah kelangkaan di pasar. Warga kalau mau beli minyak goreng, stoknya ada,” tandasnya.

Pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar operasi pasar minyak goreng ini bisa sampai ke semua pasar tradisional yang ada di Kabupaten Kendal. Sehingga, tidak terjadi lagi kelangkaan stok minyak goreng di tingkat pedagang.