Disparta Kabupaten Semarang Siap Lengkapi Rawapening dengan Speedboat dan Jetski

 

BATANGPOS.COM – Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang siap melengkapi fasilitas Rawapening dengan speedboat dan jetski. Hal itu untuk menarik turis dan menjadikan Rawapening sebagai destinasi wisata internasional.

Harapan menjadikan Rawapening sebagai destinasi wisata internasional itu, disampaikan Kepala Disparta Kebupaten Semarang, Heru Subroto, dalam acara “Kabupaten Semarang Carnival 2022”, baru-baru ini di Lokawisata Bukit Cinta, Banyubiru.

Kegiatan pentas kreativitas kostum itu, digelar untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata Kabupaten Semarang, yang kini mulai menggeliat, seiring dengan makin meredanya gelombang kasus Covid-19.

“Acara ini digelar untuk mempromosikan pariwisata Kabupaten Semarang, di tengah pandemi Covid-19,” kata Kepala Disparta Heru Subroto, seperti dirilis Semarangkab.go.id.

Menurutnya, Rawapening punya potensi besar untuk dikembangkan. Terlebih Rawapening berpemandangan indah dengan latar belakang Bukit Cinta.

Sementara itu Bupati H Ngesti Nugraha saat sambutan mengharapkan kebangkitan sektor pariwisata, dapat mengangkat potensi usaha kecil dan seni budaya lokal.

“Akhir tahun 2021 lalu, pertumbuhan ekonomi tercatat 3,63 persen setelah minus ditahun 2020. Acara ini diharapkan dapat menjadi ajang meningkatkan pariwisata, UMKM dan seni budaya,” katanya.

Ditambahkan oleh Heru, selain pameran kreasi kostum, acara kali ini juga dirangkai dengan pertunjukan aneka kesenian daerah.

Sementara itu seperti disampaikan Wikipedia, nama Rawapening berasal dari kata rawa atau danau dan pening. Pening adalah salah satu varian bahasa Jawa, dari kata wening yang artinya hening, tenang, atau damai.

Danau alam di Kabupaten Semarang ini, memiliki luas 2.670 hektare, dan mencakup wilayah Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru.

Menurut legenda, Rawapening terbentuk dari muntahan air yang keluar dari bekas cabutan lidi, yang dilakukan oleh Baruklinthing. Cerita Baruklinthing yang berubah menjadi anak kecil yang penuh luka dan berbau amis, sehingga tidak diterima masyarakat dan akhirnya ditolong janda tua. Rawa ini digemari sebagai objek wisata pemancingan dan sarana olahraga air. Namun akhir-akhir ini, perahu nelayan bergerak pun sulit.

Rawa Pening terletak di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran, serta menjadi hulu dari Sungai Tuntang.

Masalah yang ada pada danau ini adalah pendangkalan yang cepat, antara lain akibat pertumbuhan eceng gondok (Eichhornia crassipes) yang pesat. Gulma ini juga menutupi bagian hulu Sungai Tuntang.

Kepala BBWS Pemali Juana Muhammad Adek Rizaldi, ketika mendampingi kunjungan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie beserta Kepala Dinas PU Gorontalo Handoyo Sugiharto, 29 Januari 2022 lalu, mengemukakan danau alami ini memberikan beragam manfaat.

Di antaranya adalah irigasi lebih kurang 20.000 hektare, air baku 750 liter/detik, pembangkit listrik 25,5 MW, serta pengendalian banjir untuk Kabupaten Demak dan Kabupaten Grobogan.

BBWS Pemali Juana, telah melakukan pekerjaan pembersihan eceng gondok dan gulma air dengan mekanisme kerjasama dengan Kodam IV Diponegoro tahun 2020-2021 seluas total 1.000 hektare.

“Tahun 2022 dilanjutkan pembersihan eceng gondok dan gulma air seluas 80 Ha serta penataan KJA. Selain itu, kegiatan Revitalisasi Danau Rawa Pening akan dimulai untuk menangani sedimentasi dengan pembangunan check dam atau bangunan pengendali sedimen pada 14 sungai yang bermuara di Danau Rawa Pening sebagai upaya pencegahan,” kata Kepala BBWS Pemali Juana Muhammad Adek Rizaldi, seperti dirilis laman resmi Kementerian PUPR. (HS-08)