Dispertan Kendal Salurkan Ribuan Liter Pupuk Organik di Enam Kecamatan

BATANGPOS.COM, KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Bantuan Pupuk Organik, di aula Kantor Dispertan Kabupaten Kendal, Kamis (14/7/2022).

Acara dihadiri Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki dan puluhan perwakilan kelompok tani dari enam kecamatan. Yakni Kaliwungu, Singorojo, Patebon, Pegandon, Cepiring dan Rowosari.

Kepala Dispertan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Ragajati mengatakan, bantuan disalurkan diprioritaskan untuk yang mulai tanam padi, yang saat sekarang sedang mengolah tanah.

Dijelaskan, bantuan pupuk organik berbentuk cair yang bersumber dari APBD ini, sebanyak 4.285 liter, disalurkan kepada 2.283 petani di enam kecamatan untuk lahan seluas 1.071,25 hektare.

Sedangkan untuk kecamatan yang lain, pihaknya akan berusaha untuk memintakan di Kementerian Pertanian.

“Hari ini Kecamatan Patebon 238 hektare dengan jumlah petani 754 orang dan Rowosari 240 hektare, dengan petani 512 orang. Total penerima hari ini 1.266 petani dengan luas lahan 478 hektare,” jelasnya.

Pandu juga mengungkapkan, dampak dari revolusi hijau pada saat orde baru kemarin, penggunakan pupuk kimia dan pestisida cukup luar biasa banyak.

Hal ini menurutnya, bisa dirasakan tingkat kesuburan tanah banyak yang berkurang. Sehingga pihaknya mengambil inisiatif, untuk menawarkan pertanian pola organik.

“Insya-Allah pola organik ini ramah lingkungan, terutama untuk perbaikan struktur tanah yang terlanjur rusak,” ungkap Pandu.

Pelaksana Harian Bupati Kendal, Windu Suko Basuki dalam sambutannya mengatakan, penyaluran pupuk organik ini adalah terobosan yang dilakukan oleh pemerintah daerah, dalam memberikan bantuan kepada para petani.

Dirinya berharap, dengan penyaluran bantuan pupuk organik ini, para petani dapat merasakan panen yang lebih baik dari sebelumnya.

“Saya berharap, apapun proses distribusi pupuk yang saat ini berjalan, petani harus mendapatkan pupuk sesuai kebutuhan mereka dengan adil dan merata,” tandas Wabup yang akrab disapa Pakde Bas tersebut.

Sementara, salah seorang petani dari Desa Karangsari Kecamatan Rowosari, Sulistyo mengaku, sebelumny para petani di desanya menggunakan kimia.

Kemudian pada tahun 2020, petani diberikan untuk fasilitas dari kabupaten Kendal berupa pupuk organik, Yang intinya, untuk mengurangi tingkat PH tanah supaya tidak rusak dan untuk mengembalikan lahan.

Ia pun mengungkapkan, dari pelaksanaan aplikasi yang dilaksanakan kemarin itu dari segi hasil akhir, untuk panen bobot meningkat.

“Dari sebelumnya setengah hektare itu kurang lebih tiga ton sampai 3,3 ton, sekarang bisa jadi 3,9 ton sampai empat ton per setengah hektare,” ungkap Sulistyo. (HS-06).