Dispertan Kendal Temukan Tujuh Kasus Cacing Hati Pada Hewan Kurban

BATANGPOS.COM, KENDAL – Meski belum selesai, secara keseluruhan pemeriksaan hewan kurban di Kabupaten Kendal berjalan lancar dan tidak ditemukan hewan kurban yang terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Ragajati, Minggu (10/7/2022).

Dijelaskan, data sementara pemeriksaan kesehatan hewan yang dilakukan di Kabupaten Kendal terdapat 215 ekor sapi jantan, 288 ekor kambing jantan, 1 ekor domba jantan.

“Alhamdulillah kami telah melakukan pemeriksaan di beberapa titik penyembelihan. Dapat kami simpulkan untuk semuanya sudah bagus. Kalau jumlah data keseluruhan belum bisa kami sampaikan karena kami masih melakukan pemantauan hingga nanti sore,” katanya

Pandu menambahkan dari pemeriksaan yang dilakukan petugas Kesehatan Hewan di beberapa dilokasi, pihaknya juga memberikan edukasi terkait tata cara penyembelihan hewan kurban.

“Hal yang perlu kami lakukan edukasi lebih lanjut terutama terkait dengan tempat penyembelihan, terus pimisahan antara hewan yang sudah disembelih dan belum disembelih karena secara psikologis akan mempengaruhi terhadap kualitas daging,” ujarnya.

Sementara terkait hasil pemeriksaan hewan kurban, Pandu menambahkan data sementara kasus pemeriksaan ditemukan tujuh kasus cacing hati.

“Setelah dilakukan pemeriksaan terdapat beberapa kasus cacing hati pada hewan kurban diantaranya di Kecamatan Sukorejo, Kecamatan Boja, Kecamatan Pageruyung, Kecamatan Ringinarum, Kecamatan Kendal, Kecamatan Kaliwungu dan Kecamatan Brangsong,” imbuhnya.

Sementara Petugas dari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispertan Kendal, drh Ahmad Septian menjelaskan, untuk di Kecamatan Kendal ditemukan satu kasus cacing hati.

Dikatakan, bagian hati sapi yang terdapat cacing, sebenarnya tidak membahayakan untuk dikonsumsi. Namun dirinya menyarankan untuk tidak dikonsumsi atau dibuang saja.

“Sebenarnya tidak membahayakan asal terlebih dahulu dimasak selama 30 menit dengan air mendidih. Namun kami sarankan jangan dikonsumsi, dibuang saja,” ujar Septian. (HS-06).