Diwaduli Sulitnya Mencari Kerja di KIK, Begini Respon Komisi C DPRD Kendal

BATANGPOS.COM, KENDAL – Komisi C DPRD Kabupaten Kendal menggelar Sosialisasi Tentang Pengendalian dan Pemanfaatan Ruang Kabupaten Kendal, di Aula Kecamatan Kaliwungu Kendal, Rabu (27/4/2022).

Anggota Komisi C DPRD Kendal yang hadir di antaranya, Muh Tommy Fadlurohman, Yusuf, dan Khusnul Khotimah.

Selain itu juga hadir perwakilan Dinas PUPR dan Disperkim Kendal, Sekcam Kaliwungu, Kepala Desa dan BPD se-Kecamatan Kaliwungu.

Dalam acara tersebut juga diisi dengan sesi tanya-jawab warga di sekitar Kawasan Industri Kendal (KIK) kepada jajaran Komisi C.

Warga mengeluhkan sulitnya mencari pekerjaan di KIK, yang pada akhirnya warga lokal hanya menjadi penonton saja.

Seperti yang disampaikan Mukhammad Kisom, Ketua Badan Permusyaratan Desa (BPD) Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu.

“Kami kesulitan akses untuk melamar kerja di sana. Warga Desa Wonorejo dan sekitar kawasan tidak bisa ikut kerja di kawasan. Justru kami hanya jadi penonton saja,” ungkapnya.

Kisom berharap kepada anggota Komisi C DPRD Kendal dan Pemerintah Kabupaten Kendal, supaya bisa menjembatani dan mencarikan solusi agar warga sekitar mudah bekerja di kawasan tersebut.

“Kami mohon kepada panjenengan sebagai Wakil Rakyat, supaya bisa membantu menjembatani warga sekitar agar mudah bekerja di kawasan tersebut,” harapnya.

Menanggapi keluhan warga yang kesulitan menjadi pekerja di KIK tersebut, Muhammad Tommy Fadlurohman mengatakan, sebagai wakil rakyat ia mengaku siap mengawal aspirasi warga dua puluh empat jam.

“Baik itu perihal ketenagakerjaan maupun pembagunan. Intinya di komunikasi. Baik itu pemerintah desa dengan kami juga dengan pihak terkait lainnya,” ujar Gus Tommy sapaan akrabnya.

Sementara, terkait kebijakan pemerintah pusat mengenai perubahan status wilayah tanah di sekitar jalan arteri Kaliwungu, yang tadinya berstatus kuning menjadi hijau, dirinya menegaskan akan mengikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat.

Karena menurutnya, hal ini bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan di wilayah Kaliwungu khususnya dan Kabupaten Kendal pada umumnya.

“Artinya ada spot-spot lahan sawah yang memang harus dilindungi. Ke depan seperti apa, kami mengikuti dinamika yang berjalan saja, karena itu keputusan pemerintah pusat,” tandas Gus Tommy.(HS)