Diwisuda S-2 di UMS, Wabup Rober Akan Jadikan Susu Kambing Brand Karanganyar

 

BATANGPOS.COM, KARANGANYAR – Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto, mendapatkan gelar baru Magister Manajemen dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), setelah melakukan prosesi wisuda di Edutorium UMS, Sabtu, (26/3). Orang nomor dua di Kabupaten Karanganyar mengkantongi IPK 3,8 dan menyelesaikan masa studinya selama 2 tahun.

Setelah prosesi wisuda, Rober Christanto mengaku bahwa dirinya merupakan lulusan S-1 UMS, dan terdorong untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana di UMS.

“Saya dulu juga lulusan UMS S-1. Alhamdulilah hari ini diwisuda (S-2). Bisa membagi waktu di sela-sela jadwal, kebetulan kita masa pandemi belajarnya lewat zoom meeting,” kata Rober Christanto.

Pada pendidikan pascasarjananya, Rober Christanto mengerjakan tesis yang membahas tentang strategi branding wisata di Kabupaten Karanganyar. Judul didorong pembimbing, isinya membahas destinasi wisata di Kabupaten Karanganyar yang luar biasa.

“Saya kerjakan dalam waktu empat sampai enam bulan. Semoga dengan hadirnya tesis ini, bisa bermanfaat bagi Kabupaten Karanganyar,” imbuhnya.

Melalui ilmu yang didapatkan, bapak empat putra ini mengatakan akan mengimplementasikannya ke Kabupaten Karanganyar. Salah satunya adalah menambahkan embel-embel pariwisata, di belakang nama dinas di Karanganyar.

“Misal Dinas Pendidikan Pariwisata, Dinas Peternakan Pariwisata, semuanya. Karena satu hal, pariwisata yang dikembangkan bisa berdampak luar biasa,” kata dia seperti dirilis Karanganyarkab.go.id.

Selain itu menurut Rober Christanto, dirinya akan mem-branding Karanganyar sebagai penghasil susu kambing. Melihat potensi peternakan yang muncul dari 2 waduk yaitu Waduk Gondang dan Waduk Jatipuro.

Perlu diketahui, menurut BPS Karanganyar dalam karanganyarkab.bps.go.id, pada 2019, populasi kambing ternak di wilayah itu mencapai lebih dari  27.034 ekor.

“Ini serapan wisata ke depan luar biasa, banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan. Salah satunya yang ingin didorong adalah potensi dari sisi peternakan. Kalau Boyolali punya brand susu sapi. Pengen sekali Karanganyar punya brand susu kambing. Melihat potensi alam dari hasil pakan yang ada di Karanganyar luar biasa,” ujarnya.

Ditambahkannya hal tersebut dapat terwujud jika ada gerakan gotong-royong dari semua pihak.

“Semangat harus didorong dengan adanya Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) dan teman-teman harus bergerak semuanya. Harus ada gerakan gotong-royong, ajak karang taruna, ajak semua tokoh masyarakat. Karanganyar harus berubah bukan hanya karena saya, tapi sadarkan bahwa ini juga tugas mereka,” kata. (HS-08)