Dua Rumah di Kedungjenar Longsor, Ibu-Ibu di Blora Ikut Gotong Royong Bangun Talut Darurat

 

BATANGPOS.COM, BLORA – Puluhan orang dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, BPBD, Satpol PP Blora, TNI, Polri, dan warga, bergotong-royong membuat talut darurat dalam penanganan tanah longsor di RT 03/RW III Kelurahan Kedungjenar, Kecamatan Blora, Selasa (31/5/2022).

Tak hanya para lelaki, para perempuan pun ikut bekerja bakti. Beberapa dari mereka memasukkan tanah uruk ke dalam karung, yang kemudian diusung ke bawah rumah milik warga, yang kondisinya nyaris roboh.

Camat Blora Drs Bambang Soegiyatno MM, Sekcam Blora, dan Lurah Kedungjenar juga berbaur bersama warga dalam kegiatan gotong-royong tersebut.

Sebelumnya, sejumlah rumah di RT 03, RW 03, Kelurahan Kedungjenar tersebut rusak, menyusul bencana tanah ambles, akibat tergerus arus Sungai Lusi, Jumat (27/5/2022) lalu.

Dua rumah yang rusak akibat longsor, adalah milik Suparno dan Teguh Santoso (Satawi). Rumah milik milik Suparno roboh akibat peristiwa itu. Adapun rumah milik Teguh Santoso (Satawi), kini kondisinya rusak lumayan parah.

Selain dua bangunan itu, sejumlah rumah pada radius 1 meter dari dari lokasi longsor, masing-masing milik Kaswati, Sampi (Alm.Sukimin), Hartoyo, Narto, Seno dan Sarwaji juga terancam.

Dengan penanganan darurat diharapkan longsoran tidak semakin parah, mengingat tanah di lokasi kondisinya labil dan bergerak.

“Kami menindaklanjuti perintah Bapak Kadinas PUPR, sesuai petunjuk dari Bapak Bupati yang, telah meninjau lokasi ini, Senin (30/5/2022) lalu, yaitu agar segera dilakukan langkah-langkah penanganan darurat, untuk meminimalkan kerusakan yang terjadi,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Surat ST MT, mewakili Kepala DPUPR Ir Samgautama Karnajaya MT, Selasa (31/5/2022).

Dalam kegiatan itu, pihaknya menerjunkan petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) Jaringan Irigasi.

“Kami bersama-sama dengan teman-teman dari BPBD dan warga setempat, bergerak bersama, berkolaborasi dan bergotong-royong melakukan penanganan darurat, untuk meminimalisasi dampak kerusakan, agar tidak semakin parah,” kata dia, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Menurut Surat, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana Semarang, di mana pada 11 Mei 2022 juga sudah dilakukan survei, guna persiapan dan perencanaan untuk pelaksanaan penanganan permanen.

“Kami mohon masyarakat bisa bersabar dan tetap semangat dan waspada sambil menunggu pelaksanaan penanganan permanennya dari BBWS Pemali Juana Semarang yang akan dilaksanakan pada tahun ini juga,” harapnya.

 

Petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) Jaringan Irigasi DPUPR Blora, memperkuat tanah dengan trucuk bambu dan tumpukan karung berisi tanah uruk, untuk mencegah longsor di RT 03/RW III Kelurahan Kedungjenar, Kecamatan Blora makin parah. (Foto : blorakab.go.id)

 

Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) WS Jratunseluna, Kamis (2/6/2022), menurut rencana juga akan meninjau lokasi longsor di beberapa lokasi di Sungai Lusi.

Kunjungan tersebut untuk mengumpulkan data dan membuat rumusan pemecahan masalah, yang nantinya akan dibawa dalam sidang pleno ke 2 TKPSDA WS Jratunseluna, untuk disampaikan kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten, agar dapat ditindaklanjuti. (HS-08).