Gelapkan Motor Kredit, Warga Limbangan Kendal Ini Harus Mendekam di Penjara

BATANGPOS.COM, KENDAL – Akibat menggelapkan satu unit sepeda motor Honda CRF Trail, yang masih dalam masa kredit, Ferri Sugiri (48), warga Kecamatan Limbangan, Kendal harus mendekam di penjara.

Pelaku divonis dengan hukuman kurungan selama sembilan bulan penjara dan denda Rp 20 juta, subsider pidana kurungan 2 (dua) bulan, setelah terbukti secara sah melakukan tindak pidana penggelapan sepeda motor yang masih dalam masa kredit/cicilan.

Hal tersebut dibenarkan, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kendal, Langeng Prabowo saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (5/7/2022). Dirinya juga menjelaskan, perkara tersebut sudah diputuskan Pengadilan Negeri (PN) kendal dengan NO.42/Pid.Sus/2022/PN Kdl, pada Senin lalu (27/6/2022).

“Terdakwa Ferri Sugiri telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana mengalihkan dan menggadaikan benda yang menjadi objek jaminan fidusia,” terangnya.

Sementara itu, Branch Manager PT Federal International Finance (FIF) Group Cabang Kendal, Tomi Yudha Indarto mengatakan, kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran bagi warga lainnya yang masih memiliki tanggungan kredit.

“Supaya tidak menjual atau menggadaikan unit kepada orang lain, sebab akan berakibat hukum atau pidana,” ujarnya.

Tomi menambahkan, permasalahan hukum di bidang fidusia sering terjadi di masyarakat akibat dari kurang pahamnya sebagian besar masyarakat terkait dengan undang-undang Fidusia.

Yang mana jika customer melakukan perikatan dengan perusahaan pembiayaan, dalam hal ini melakukan kredit barang bergerak yang kemudian didaftarkan ke kantor Fidusia Kemenhumham dan terbitlah sertifikat Fidusia, maka pada saat itu berlakulah undang-undang Fidusia No 42 tahun 1999.

“Untuk itu customer dan perusahaan pembiayaan wajib patuh terhadap isi dari undang-undang tersebut. Karena jika melanggar maka hukumnya bersifat pidana,” ungkap Tomi.

Pihaknya juga mengimbau kepada customer ataupun masyarakat yang melakukan kredit atau memiliki perikatan dengan perusahan pembiayaan, dilarang mengalihkan, menggadaikan, atau menyewakan barang objek jaminan fidusia (mobil, motor dan barang bergerak lainnya) tanpa persetujuan tertulis dari penerima fidusia.

“Karena hal tersebut dapat dipidana dengan penjara 2 tahun dan denda maksimal Rp 50.000.000 sesuai dengan Pasal 36 Undang-undang Fidusia No 42 tahun 1999,” jelas Tomi.

Dedi Darmawan, Recovery Section Head PT FIF Group Cabang Kendal mengatakan, Ferri Sugiri memiliki utang kredit motor yang baru diangsur dua bulan dan menunggak angsuran tiga bulan. Namun saat ditagih dia malah berupaya melakukan penggelapan dengan mengalihkan kendaraan yang masih status kredit kepada orang lain.

“Kita sudah melakukan berbagai musyawarah dengan pihak pelaku sebelum mengadukan kejadian kepolisian. Namun karena tidak mendapatkan kata sepakat maka kami melakukan upaya hukum pelaporan ke polisi atas hilangnya jaminan fidusia,” tukas Dedi.

Diketahui saat ini pelaku telah ditahan dan berada dalam tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendal.(HS)