Gelar Rakerda, PPDI Boyolali Sebut Dana dari Pemerintah Pusat Terserap 75 Persen

 

BATANGPOS.COM, BOYOLALI – Anggaran dari Pemerintah Pusat untuk desa-desa di Kabupaten Boyolali, sudah terserap 65 sampai 75 persen. Setiap pemerintah desa di wilayah itu, rata-rata menerima sebanyak Rp 800 juta.

Hal itu disampaikan Ketua PPDI Kabupaten Boyolali, Dartono dalam rapat kerja daerah (Rakerda) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Boyolali, Rabu (01/6/2022), Rakerda yang diselenggarakan di Gedung Panti Marhaen Boyolali itu, diikuti 260 perangkat desa.

“Ya, rata-rata perdesa menerima Rp 800 juta, dalam setiap tahun anggaran. Selama pandemi Covid-19 ini, anggaran digunakan untuk penanganan wabah, ketahanan pangan, serta pembangunan infrastruktur jalan,” kata dia, seperti dirilis boyolali.go.id.

Lebih lanjut Dartono mengatakan rakerda tersebut untuk menyikapi hasil musyarawah PPDI 2019 lalu.

Selain itu dalam rakerda tahun ini, membahas terkait kebersamaan perangkat serta perkembangan situasi dan kondisi pada saat ini.

“Kami sudah melakukan musyawarah pada 2019, namun belum terealisasi semuanya. Karena itu sekarang kami kembali melakukan musyawarah,” kata dia.

Dartono mengatakan, dalam rakerda kali ini untuk menyaring aspirasi dari perangkat lainnya untuk melaksanakan program selama satu tahun.

“Kami akan menyaring aspirasi dari semua perangkat dalam program tahunan. Gerakan kami adalah berbagai kegiatan yang sifatnya sosial kemasyarakatan,” kata dia.

Beri Apresiasi

Ketua DPRD Boyolali, Marsono mengapresiasi langkah PPDI, dalam melakukan rekerda. Sebab, PPDI tersebut merupakan elemen yang penting. Dengan begitu, PPDI ini dapat membawa aspirasi para perangkat di Boyolali.

“Dengan adanya PPDI berarti aspirasinya betul betul terkumpul. Kami tidak perlu menampung aspirasi satu persatu dari perangkat,” kata dia.

Menurutnya, PPDI ini meliliki visi misi yang jelas dan cukup baik dalam gerakannya. Sebagai contoh, PPDI di Boyolali ini bergerak dibidang ekonomi dan tanpa campur tangan dari pemerintah daerah.

“Mereka cukup luar biasa. Mereka dapat mendirikan PPDI Mart di wilayah Cepogo. Ya, semoga bisa berkembang, dan terus bisa menjaga kekompakan serta kerukunan antar perangkat,” jelas Marsono.

Dikatakan Marsono, PPDI dan Apdesi tersebut merupakan bagian terdepan dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat di Boyolali.

“Kalau mereka guyub, kompak, kesejahteraan juga kami berikan secara baik, sehingga mereka dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” ujar dia.

Disingggung terkait serapan Dana Desa (DD) di Boyolali, Marsono mengatakan, bahwa se-Soloraya serapan dana desa di Boyolali tertinggi. Dan pertanggungjawaban dinilai juga cukup bagus.

“Yang saya tahu, serapan DD di Boyolali cukup tinggi di Soloraya. Dan dalam rapat komisi serapan DD cukup tinggi dan pertanggungjawabannya cukup bagus,” kata dia. (HS-08).