Gudang Penimbunan dan Pengoplosan BBM Jenis Pertalite Digerebek Polisi

BATANGPOS.COM, KENDAL – Tempat yang diduga sebagai lokasi penimbunan dan pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) di gudang penyimpanan di Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu, digerebek personel Polres Kendal, Rabu (31/8/2022).

Dalam penggerebekan juga diringkus pelaku penimbun BBM berinisal M (44) warga Dusun Patukangan RT 2/7 Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu, yang diduga telah melakukan penimbunan sekaligus pengoplosan BBM jenis pertalite.

Kapolres Kendal, AKBP Jamal Alam mengatakan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat, tentang adanya aktivitas pelaku di salah satu gudang di Desa Kutoharjo Kecamatan Kaliwungu, yang diduga menimbun dan mengoplos pertalite dijadikan BBM jenis pertamax.

“Kita menangkap pelaku penimbunan dan pengoplosan BBM, yang mengubah BBM dari yang seharusnya jenis pertalite dirubah menjadi jenis pertamax. Hal ini dilakukan, karena adanya informasi kenaikan harga BBM,” jelas Kapolres, Kamis (1/9/2022).

AKBP Jamal Alam menegaskan, penggerebekan ini juga sebagai bukti keseriusan jajaran Polres Kendal dalam mengantisipasi pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan pribadi dengan menimbun BBM dan menimbulkan kesulitan bagi orang banyak.

Kapolres juga menegaskan, pihaknya akan menindak tegas terhadap pihak-pihak yang berbuat curang, dengan memanfaatkan situasi, termasuk rencana kenaikan harga BBM yang diwacanakan pemerintah.

“Jangan coba-coba melakukan perbuatan itu di wilayah Kabupaten Kendal, kami tidak main-main dan akan menindak tegas bagi yang coba-coba,” tandas AKBP Jamal Alam.

Dari gudang penyimpanan milik tersangka diamankan barang bukti berupa satu unit kendaraan Suzuki Carry pick up nomor Polisi H 1807 SM, cairan kondisat 300 liter, empat kaleng pewarna merk coloursea ukuran 250 gram, satu jerigen ukuran 20 liter berisikan pertalite murni, satu liter pertalite oplosan, satu pompa penyedot, tujuh drigen ukuran 200 liter dan empat jerigen ukuran 20 liter.

Atas perbuatannya tersangka M dijerat dengan Pasal 54 jo Pasal 28 ayat (i) UU RI No.22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi sebagaimana diubah dalam UU RI No.11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja.

“Kepada pelaku diancam hukuman penjara selama-lamanya enam tahun dan denda Rp 60 miliar,” pungkas Kapolres Kendal. (HS-06)