Himbauan Pemerintah Dilanggar, Pedagang Tetap Menggelar Pasar Kembang di Weleri

BATANGPOS.COM, KENDAL – Sehari menjelang lebaran 2022, ada sebuah tradisi tahunan di Pasar – Pasar Tradisional di Kabupaten Kendal, yakni tradisi berburu bunga hias di Pasar Kembang tiban (dadakan).
Seperti yang dilakukan warga Weleri dan sekitarnya, yang sudah mulai berburu bunga atau kembang sejak Sabtu malam (30/4/2022) hingga Minggu dinihari (1/5/2022).
Hal ini dilakukan, karena sudah menjadi tradisi warga Kecamatan Weleri dan sekitarnya, untuk menghias rumahnya saat lebaran nanti.

Usai subuh, warga berbondong-bondong mendatangi pasar kembang tiban di Pasar Desa Penyangkringan untuk mencari bunga atau kembang hias, Minggu (30/5/2022).

Karena di pasar kembang tiban tersebut, puluhan pedagang yang tidak hanya berasal dari Weleri, namun juga dari Ungaran, Bandungan dan Ambarawa, Kabupaten Semarang, menjajakan beraneka bunga atau kembang.

Pasar kembang di Pasar Desa Penyangkringan sudah mulai digelar sejak pukul 01.00 WIB. Bahkan, untuk menghibur pengunjung, ada acara hiburan kesenian Singo Barong.

Kebanyakan warga dari Weleri dan sekitarnya, mencari bunga Sedap Malam, Panca Warna, Krisan, Mawar dan Bunga Jarum.

Pedagang bunga hias, Muslih mengatakan, bunga yang banyak dicari adalah jenis Sedap Malam, Krisan dan Mawar. Bunga tersebut diambil dari wilayah Bandungan dan Ambarawa Kabupaten Semarang.

“Untuk harga kernbang Sedap Malam, Krisan dan Mawar antara Rp 20 ribu hingga Rp 40 ribu per tangkalnya. Kalau yang mau paketan juga ada. Cuma Rp 20 ribu sederhana tapi bagus,” ungkapnya.

Muslih mengaku, dirinya sudah menggelar dagangannya sejak Sabtu malam (30/4/2022) pukul 23.00 WIB.

Bagi warga yang ingin mendapatkan bunga hias yang sudah dirangkai, para pedagang juga menjual paket bunga yang dirangkai, dengan harga Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu.

“Bahkan bunga hias lengkap dengan pot juga mudah didapat di pasar kembang tiban ini,” imbuh Muslih.

Pedagang bunga hias lainnya, Supriyanto (45) mengaku, dirinya  biasa meraup keuntungan hingga Rp 4,5 juta dalam sekali jualan.

“Bahkan, kembang dagangan saya sudah ludes saat jam enam pagi tadi,” ungkapnya.

Supriyanto memaparkan, adapun harga per ikat kembang miliknya senilai Rp 35 ribu hingga Rp 45 ribu. Yang paling laris adalah bunga krisan, mawar, dan sedap malam.

“Puncak ramenya itu pada saat jam 04.30 WIB setelah subuh. Karena warga tau, kalau kesiangan sedikit, kembangnya jadi layu. Ini saya bawa 250-an ikat kembang,” paparnya.

Meski ada imbauan dari Bupati Kendal untuk berjualan di Relokasi Pasar Weleri Terminal Bahurekso, namun dirinya lebih memilih berjualan di Pasar Penyangkringan.

Supriyanto juga mengaku, dirinya dan beberapa pedagang kembang lain sudah sempat berkeliling di Pasar Relokasi Bahurekso, namun disana sepi tak ada pembeli.

“Selagi tidak mengganggu arus lalu lintas kami kira tidak masalah. Ini kan jualannya di jalur dalam, bukan di pinggir jalan jalur pantura,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Listyowati (29), warga Sumberagung Weleri mengatakan, dirinya tidak hanya membeli kembang ikat untuk hiasan saja, namun juga membeli kembang tabur untuk nyekar.

Menurutnya, pasar kembang tahun ini lebih ramai daripada dua tahun kemarin. Karena dua tahun kemarin ada pandemi Covid-19.

“Saya beli kembang ikat buat hiasan di rumah pas lebaran. Terus beli kembang tabur buat nyekar di makam,” ujar Listyowati.

“Biasanya beli Pasar Weleri. Tapi sekarang di Pasar Penyangkringan. Ini sudah tradisi buat saya tiap mau lebaran harus beli bunga,” imbuhnya.

Warga Weleri lainnya, yang juga membeli bunga di pasar kembang, Dina (26) mengaku, dirinya rela berdesakan asal bisa mendapatkan bunga sedap malam.

“Saya membeli bunga sedap malam dengan harga Rp 20 ribu untuk satu tangkai. Ya karena sudah tradisi tahunan lebaran, jadi harus diusahakan,” ungkapnya.

Biasanya, selain untuk pengharum ruangan saat lebarann, bunga yang warga beli juga untuk berziarah di makam. Jelang berbuka puasa terakhir nanti, juga usai salat ied esok.

Sebelumnya Pj Sekda Kendal, Sugiono saat meninjau Pos Pengamanan Arus Mudik di Perbatasan Weleri, Kamis (28/4/2022) mengaku mewakili Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, mengimbau agar pasar kembang di Pasar Induk Weleri dan Pasar Penyangkringan supaya dipusatkan di Pasar Relokasi Weleri.

Menurutnya, ini sebagai antisipasi terjadinya kemacetan lalu lintas di pantura. Sehingga kegiatan pasar kembang di depan Eks Pasar Induk Weleri dan Pasar Penyangkringan pada lebaran tahun ini dipindahkan ke Pasar Relokasi di Terminal Bahurekso.

“Ya bukan hanya di Pasar Weleri dan Penyangkringan saja, tapi pasar kembang lain di Kendal, juga kami minta untuk tidak berjualan di pinggir jalan,” tandasnya. (HS-06)