Iduladha, CFD Mayor Kusmanto Klaten Diliburkan

 

BATANGPOS.COM, KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, meliburkan penyelenggaraan Car Free Day (CFD) di Jalan Mayor Kusmanto, Minggu (10/7/2022) mendatang. Hal ini sehubungan dengan adanya perayaan Iduladha pada hari itu.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Supriyono mengatakan keputusan tersebut diambil, setelah rapat evaluasi penyelenggaraan CFD perdana, di Jalan Mayor Kusmanto.

Menurutnya kebijakan tersebut merupakan hal wajar dan selalu diperlakukan mana kala penyenggaraan CFD bertepatan dengan perayaan hari besar umat beragama.

“Karena bertepatan dengan Iduladha, maka CFD Jalan Mayor Kusmanto ditiadakan untuk sementara pada Minggu mendatang,” kata dia, Jumat (8/7/2022), seperti dirilis klatenkab.go.id.

Ia menyampaikan CFD akan kembali diselenggarakan, Minggu (17/7/2022) secara normal. Ia juga berharap masyarakat memanfaatkan penyelenggaraan CFD dengan tertib, termasuk saat berkendara menuju dan pulang dari CFD, serta bertanggung jawab atas sampah yang dibawa saat berkunjung di area CFD.

“Penyelenggaraannya akan tetap sama, yakni dari Simpang Empat Pandanrejo hingga Simpang Lima Bramen. Untuk durasi juga sama, yaitu mulai 05.00 WIB arus lalu lintas kami tutup dan dibuka kembali pada 09.00 WIB,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Pemkab Klaten kembali menyelenggarakan CFD yang digelar setiap Minggu setelah dua tahun ditiadakan lantaran pandemi Covid-19. Namun, lokasi CFD untuk sementara dipindah dari Jalan Pemuda ke Jalan Mayor Kusmanto.

Evaluasi

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mengevaluasi penyelenggaran CFD perdana Minggu (3/7/2022) lalu di Jalan Mayor Kusmanto. Dalam evaluasi tersebut disoroti adanya tumpukan sampah dan ketidakdisiplinan pedagang kaki lima (PKL) untuk menutup lapak sesuai waktu yang ditentukan.

Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Klaten, Himawan Pamungkas, mengatakan pihaknya telah menyediakan tempat sampah portabel di banyak lokasi di sepanjang jalur CFD. Namun keberadaannya belum dimanfaatkan dengan baik oleh pengunjung CFD.

“Tempat sampah portabel berupa kantong sampah sudah kami sebar, harapannya agar proses pembersihan Jalan Mayor Kusmanto lebih cepat, karena petugas cukup mengangkut saja. Namun yang terjadi adalah banyak sampah yang dibuang sembarangan. Bisa jadi karena pengunjung yang membludak karena antusias, sehingga tempat sampah yang disediakan kurang terlihat,” kata dia.

Kondisi ini diperparah dengan adanya tumpukan sampah yang ditinggal oleh sebagian PKL. Sehingga pembersihan yang dilakukan 12 petugas kebersihan yang siaga, menjadi lebih lama karena jumlah sampah yang cukup banyak.

“Di sisi lain, kami harus melakukan pembersihan dengan secepat mungkin karena arus lalu lintas sudah dibuka normal. Kurang lebih butuh waktu sekitar 1 jam untuk membersihkan ruas Jalan Mayor Kusmanto dari sampah CFD,” katanya.

Himawan berharap pengunjung dan pedagang lebih memperhatikan sampah yang dihasilkan pada penyelenggaraan CFD berikutnya. Sehingga sampah yang dihasilkan tidak mengganggu masyarakat pengguna jalan lainnya usai CFD berakhir.

“Dari pedagang kami berharap membawa sampahnya sendiri untuk dibuang pada tempat yang seharusnya. Sehingga petugas kebersihan juga menjadi lebih mudah menyelesaikan pekerjaannya dan lingkungan kita menjadi lebih bersih,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Supriyono mengatakan dari hasil evaluasi penyelenggaraan CFD perdana Minggu lalu, pihaknya menyoroti sejumlah PKL, yang belum menutup lapaknya meski jam operasional CFD telah selesai.

Hal ini mengganggu arus lalu lintas yang mulai dibuka serta petugas kebersihan yang bertugas.

“Untuk selanjutnya kami minta kegiatan berdagang saat CFD bisa dihentikan sebelumnya pukul 09.00 WIB. Sehingga setelahnya petugas kebersihan bisa melaksanakan tugasnya dan lalu lintas dapat kembali normal,” ungkapnya. (HS-08)