Iduladha, MAJT Siapkan Sebanyak 2.400 Paket Daging Kurban

 

BATANGPOS.COM, SEMARANG – Panitia Iduladha 1443 Hijriah Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), menyiapkan pendistribusi 2.400 paket daging kurban.

Ketua Panitia Iduladha 1443 H MAJT, Nur Khoirin mengatakan sebanyak 2.400 paket daging kurban ini, akan dibagikan, Senin (11/7/2022), setelah pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di MAJT.

“Ribuan paket daging akan dibagikan ke pengurus MAJT, takmir, imam, khotib, muadzin. Lalu, karyawan MAJT termasuk security, kebersihan yang jumlahnya sekitar 100- an orang. Sedangkan dari luar, warga atau tetangga terdekat dengan MAJT. Di samping ada permintaan dari yayasan, pesantren, dan lembaga keagamaan serta lainnya,” paparnya, saat dihubungi BATANGPOS.COM,semarang.id, Sabtu (9/7/2022).

Dikatakan dia, nantinya akan ada dua jenis paket daging yang dibagikan, yakni dikemas dengan menggunakan besek dan kantong plastik.

“Kalau menggunakan besek akan dibagikan ke pengurus, dan para mudhohi atau orang yang berkurban. Sedangkan untuk yang diberikan kepada lainnya akan menggunakan kantong plastik, ” katanya.

Terkait, tata cara proses penyembelihan hewan kurban, pihaknya  telah menyediakan tempat pembuangan khusus untuk limbah atau sisa kotoran saat proses penyembelihan hewan kurban.

Baik hewan kurban sapi dan kambing atau domba yang berada di sekitar masjid tersebut. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang rentan ditimbulkan pada hewan kurban.

Adapun dari sisi kesehatan hewan kurban, pihaknya telah meminta pemeriksaan Dinas Pertanian Kota Semarang.

“Tadi pagi (Sabtu (9/7)-red), hewan kurban yang sudah diserahkan ke panitia mulai diperiksa kesehatannya.  Kemudian besok Senin (11/7) hewan kurban diperiksa lagi sebelum dipotong. Sehingga hewan kurban dalam kondisi sehat dan aman,” terangnya.

Di samping itu, adanya imbauan dari Dinas Pertanian, tata cara penyembelihan dan pembuangan sisa kotoran hewan kurban di masa wabah PMK, telah disediakan tempat khusus seperti kubangan di sekitar lokasi penyembelihan hewan kurban. Kubangan itu, untuk penyimpanan sementara kotoran sisa penyembelihan berupa darah, jeroan yang tidak terpakai setelah dimasukkan semuanya ke dalamnya kemudian akan ditutup.

“Sore harinya kotoran yang terkumpul itu akan disedot oleh sebuah truk tangki dan dibuang ke tempat pembuangan akhir. Tentunya, tidak dibuang di sungai, atau sembarang tempat agar tidak mencemari lingkungan dan rentan menimbulkan penyebaran virus PMK ke hewan ternak lainnya, ” imbuhnya.

Untuk jumlah hewan kurban, yang sampai hari ini diterima panitia, ada 11 ekor sapi dan 20 ekor kambing atau domba.

Hewan kurban berupa sapi tersebut dari perseorangan dan instansi, yakni Gubernur, Wakil Gubernur Jateng, Wali Kota Semarang, SPHC, Baznas Pusat, Udinus, Polda Jateng, BPN, Pusdataru, dan Bank Jateng.

“Hewan kurban ini akan disembelih pada Senin (11/7) atau hari pertama tasyrik. Ini dikarenakan tukang potong sapi dan kambing yang melakukan pemotongan jadwalnya sudah penuh saat hari H Iduladha. Pertimbangan lainnya, panitia Iduladha di MAJT, diberi kesempatan untuk melaksanakan kepanitiaan kurban di masjid lingkungannya masing-masing terlebih dahulu,” katanya.

Nantinya, akan ada sekitar 150 orang termasuk tim untuk penyembelihan hewan kurban pada Senin (11/7), termasuk tukang jagal, tukang cacah, dan menimbang dan membagikan daging.

“Yang menimbang biasanya melibatkan remaja masjid, dan tugas untuk membagikan daging ada tenaga sendiri lagi, “urainya.

Sebelum dibagikan, untuk jeroan daging akan dimasak setengah matang agar tidak cepat bau.

“Satu paket daging, ada jeroannya yang sudah dimasak, agar lebih awet,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dispertan Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur mengatakan, diimbau sisa atau limbah air bekas pemotongan, darah, isi jeroan, cairan tubuh, dan kelenjar getah bening tidak boleh dibuang ke lingkungan.

Misalnya sungai atau saluran air. Limbah tersebut harus ditampung di dalam lubang atau wadah yang dapat didesinfeksi. Aturan sudah tercantum dalam surat edaran mengenai pelaksanaan penjualan dan penyembelihan hewan kurban dalam situasi PMK yang dikeluarkan Pemerintah Kota Semarang.

“Tidak ada sanksi dalam surat edaran. Ini sifatnya imbauan bareng-bareng. Hanya saja, kita harus menjaga supaya wabah PMK tidak berkembang terus. Konteksnya lebih ke pencegahan,” terang Hernowo.

Lebih lanjut, dia meminta, panitia penyembelihan hewan kurban harus memastikan hewan dalam keadaan sehat sebelum dipotong. Jika terdapat hewan yang menunjukan gejala sakit, panitia kurban harus segera melaporkan kepada Dispertan untuk penanganan lebih lanjut.

“Yang penting hewan sehat. Kalau berasal dari luar kota, harus dipastikan hewan yang datang sehat. Kalau dari peternak Kota Semarang saya pikir secara fisik bisa dilihat. Masing-masing panitia memasikan hewannya harus sehat,” jelasnya.

Sementara, Dosen Fakultas Peternakan Undip, Fajar Wahyono juga menyarankan, panitia kurban memperhatikan SOP pemotongan hewan kurban. Dia meminta pencucian jeroan tidak dilakukan di sungai-sungai. Pencucian jeroan harus dilakukan di lingkungan setempat dengan menyediakan lubang. Limbah dikubur di lubang tersebut.

“Jangan dilakukan di sungai. Kasihan yang punya ternak. Bukannya ternak minum di sungai yang besar tapi ada rumput-rumput tumbuh di situ. Virus nempel ke rumput. Lalu rumputnya dimakan hewan ternak lainnya, sehingga mudah menyebar virusnya, ” ujarnya. (Yulianto)