Ini Alasan MPC Pemuda Pancasila Kendal Walkout Dalam Muswil Ke-VII di Banyumas

HALO KENDAL – Aksi Walkout dilakukan sepuluh Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP), sebagai bentuk protes pelaksanaan Musyawarah Wilayah ke-VII MPW Pemuda Pancasila Jawa Tengah, yang dilaksanakan di Banyumas, Sabtu (26/3/2022). Salah satunya MPC pemuda Pancasila Kendal.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Kendal, Ghufroni mengatakan, pihaknya dan sembilan MPC yang walkout karena merasa diperlakukan tidak adil dalam Muswil ke VII tersebut dan tidak sesuai dengan AD/ART organisasi.

“Kami hanya ingin menegakan kebenaran. Karena itu wajib hukumnya bagi kader Pemuda Pancasila. Kami menganggap Muswil tidak taat kepada AD/ART Ormas Pemuda Pancasila. Jadi kami sepakat menarik diri,” terang Ghufroni, Sabtu sore (26/3/2022).

Dijelaskan, syarat sahnya dilanjutkan Muswil, mengacu pada pasal 23 ayat (2), wilayah harus memiliki sekurangnya 3/4 MPC dari jumlah Kabupaten/Kota.

Jika menggunakan aturan KTA definitif sebagaimana aturan di atas, maka yang lolos verifikasi pada Muswil kali ini seharusnya hanya ada 12 MPC. Artinya, tandas Ghufroni, Muswil ini tidak memenuhi syarat sesuai AD/ART Organisasi.

“Di Jawa Tengah ini harus memiliki 26 MPC yang sah dan defenitif. Dari total MPC memenuhi syarat sesuai PO (Peraturan Organisasi) Muswil Pemuda Pancasila hanya 12. Artinya tidak memenuhi syarat,” jelasnya.

Ghufroni menyebut, dalam Muswil Pemuda Pancasila ke VII tersebut, ada empat MPC yang tidak lolos karena yang digunakan adalah data KTA akumulatif.

“Yakni Kabupaten Kendal, Karanganyar, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Tegal. Sehingga kami hanya jadi peserta peninjau saja dan tidak mempunyai hak memilih,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sepuluh MPC PP melakukan aksi walkout, memprotes pelaksanaan Muswil ke VII di Banyumas karena dinilai tidak sesuai dengan AD/ART dan sebagai bentuk kecintaan kepada ormas Pemuda Pancasila.

Sepuluh MPC Pemuda Pancasila yang melakukan aksi walkout yakni Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Tegal, Kendal, Boyolali, Sragen, Karanganyar, Brebes dan Purworejo.(HS)