Ini Janji Bupati Kepada TKSK dan Fasilitator Desa di Kendal

BATANGPOS.COM, KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal menggelar acara Halal bi Halal bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Fasilitator Desa se-Kabupaten Kendal, di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Selasa (17/5/2022.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kendal, Toni Aribowo mengatakan, peran fasilitator sangat dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan program dan menjembatani pemerintah dengan masyarakat. Dijelaskan, di Kabupaten Kendal, saat ini ada 20 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan dan 286 Fasilitator Desa.

“Peran fasilitator merupakan tindakan sosial yang rasional karena fasilitator mempunyai pertimbangan dan tujuan ketika melakukan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Secara lebih khusus lagi, untuk mengetahui bagaimana fasilitator membangun partisipasi dan memberdayakan masyarakat miskin agar dapat meningkatkan tarap hidup dan melepaskan diri dari belenggu kemiskinan, dengan pendekatan-pendekatan langsung.

“Untuk memperoleh jawaban tentang permasalahan yang dikemukakan di atas, pendekatan yang dilakukan adalah menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data-data melalui dokumentasi, observasi langsung ke masyarakat serta melakukan wawancara yang mendalam kepada pelaku-pelaku program tersebut,” beber Toni.

Sementara itu, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, dengan adanya pandemi, angka kemiskinan di Kabupaten Kendal mengalami peningkatan.

“Keberadaan dan peran aktif fasilitator selaku pendamping masyarakat di lapangan benar-benar sangat diharapkan dan diperlukan oleh masyarakat setempat,” ujarnya.

Hal ini menurut Dico karena keberadaan fasilitator sangat memberikan arti terutama dalam rangka pembentukan dan pemantapan kelembagaan pedesaan, penciptaan komunikasi dan hubungan kerjasama yang positif.

“Selain itu, fasilitator sebagai pembinaan kerja sama dengan komponen penunjang lainnya yang secara bersama-sama menggerakkan kemampuan dan keberdayaan masyarakat,” ungkap Bupati.

Untuk itu dirinya berharap, ke depan peran fasilitator sangat diperlukan untuk benar-benar memberikan data yang valid, terkait jumlah kemiskinan di Kabupaten Kendal.

“Ini adalah langkah-langkah dari Pemerintah Kabupaten Kendal untuk mendapatkan data yang benar-benar valid. Berapa warga yang tidak mampu dan berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah,” harap Dico.

Bupati menambahkan, untuk menunjang kinerja TKSK dan Fasilitator Desa dalam bentuk operasional di anggaran perubahan. “Insya-Allah di perubahan nanti, kami akan ajukan operasional untuk TKSK dan Fasilitator Desa di perubahan nanti. Harapannya ini bisa meningkatkan kinerja dan memberikan data yang valid,” pungkas Dico.(HS)