Ini Motif Pelaku Pembunuhan Ibu Kandung di Cepiring

Ini Motif Pelaku Pembunuhan Ibu Kandung di Cepiring

BATANGPOS.COM, KENDAL – Polres Kendal menggelar konferensi pers terkait kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Korowelang Anyar, Kecamatan Cepiring, di Mapolres Kendal, Kamis (19/5/2022).

Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Ariefianto menyampaikan, Polres Kendal telah berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap Suratmi (66) oleh anak kandungnya sendiri, yakni Sunarto alias Tumian (41) pada 19 Desember 2021 lalu.

“Ini adalah pembunuhan sadis yang dilakukan seorang anak kepada ibunya pada 19 Desember 2021 lalu. Sebagai anak laki-laki seharusnya menjaga dan merawat ibundanya, bukan malah menyakiti bahkan membunuh,” kata Kapolres dengan menahan emosi.

Yuniar menjelaskan, motif yang dilakukan tersangka karena tersulut emosi, saat korban menanyakan uang penjualan tanah milik korban senilai Rp 118 juta, yang disimpan istri tersangka bernama Mujiasih.

“Tersangka merasa bahwa uang milik korban telah dipakai secara pribadi oleh istri tersangka. Sehingga diduga tersangka tersulut emosi dan secara spontan melakukan kekerasan fisik dengan menggunakan benda tumpul dan alat berupa sabit yang mengenai tubuh korban,” jelas Kapolres.

Korban yang mengalami luka cukup parah berupa luka lebam pada kepala bagian atas, luka lebam pada leher bagian belakang, luka lebam pada dagu dan luka sobek sayatan pada kepala bagian atas depan.

“Karena mengeluarkan darah cukup banyak, korban dibawa ke Puskesmas Cepiring, hingga dirujuk ke RSUD dr Soewondo Kendal. Dalam perjalanan ke RSUD itulah, korban dimungkinkan meninggal dunia,” imbuh Yuniar.

Kapolres menegaskan, apa yang dilakukan tersangka dikatagorikan dengan pembunuhan berencana.

Hal ini menurutnya, berdasarkan kronologi, bahwa tersangka mendatangi rumah korban Suratmi, pada Minggu (19/12/2021) lalu, sambil membawa sabit bergagang besi warna kuning, yang ditaruh di rinjing (tempat makan) yang tertutup.

Kebetulan, lanjut Yuniar, ada saksi yang bertegur sapa dengan tersangka, saat tersangka menuju rumah korban dan sesuai dengan pernyataan tersangka, bahwa ia mengayunkan sabit ke arah kepala korban dan meninggalkan senjata di kasur korban.

“Luka yang dialami korban terdapat kesesuaian dengan dimensi sabit yang bergagang besi kuning, yang ditemukan di TKP, yang merupakan milik tersangka,” ungkap Kapolres.

Bukan hanya itu, bahkan saat korban dirawat di Puskesmas Cepiring, tepatnya di ruang UGD, tersangka melepas selang oksigen korban, dengan tujuan memperburuk kondisi korban.

“Sesuai dengan kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di Puskesmas Cepiring, tersangka terekam melepas selang oksigen yang terpasang di hidung korban. Tujuannya supaya korban kondisinya buruk,” bebernya.

Berdasarkan hal tersebut, lanjut Yuniar, kepada tersangka Sunarto dapat disangka telah melakukan tindak pidana pembunuhan dengan direncanakan, atau pembunuhan, atau penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya orang.

Sebagaimana dimaksud dalam pasal 340 KUHP (pembunuhan berencana), atau 338 KUHP (pembunuhan) atau 351 ayat 3 KUHP (penganiayaan berat yang mengakibatkan hilangnya nyawa).

“Kepada tersangka kita kenakan pasal 340 KUHP atau 338 KUHP atau 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman penjara selama-lamanya 20 tahun,” pungkas Kapolres. (HS-06)