Jenasah Disimpan 2,5 Bulan, Kapolres Pemalang akan Terjunkan Bidokkes Polda Jateng dan Tim Psikologi

PEMALANG, BATANGPOS.COM – Sungguh miris, jasad seorang bocah perempuan yang sudah meninggal disimpan oleh orang tuanya sendiri selama berbulan-bulan di dalam rumah tanpa diketahui orang lain. Kejadian tesebut akhirnya sempat menghebohkan warga sekitar.

Diketahui peristiwa itu terjadi di Dukuh Sukatapa RT 020 RW 003 Desa Plakaran, Kecamatan Moga, Pemalang Jawa Tengah. Oleh warga dan forkopimcam setempat baru mengetahui pada hari Minggu (09/1/2022) lalu.

Kapolres Pemalang, AKBP Ari Wibowo membenarkan tentang adanya informasi tersebut. “Awalnya ada laporan dari perangkat desa ke Polsek Moga. Kami langsung bertindak cepat menuju ke lokasi bersama muspika setempat,” katanya seperti dikutip dalam sebuah telewicara dengan salah satu stasiun televisi swasta, Rabu (12/1/2022) pagi.

Disampaikan, pihaknya melakukan pendekatan secara persuasif pada pihak keluarga tentang hal tersebut. “Dan alhamdulilah, pada Minggu malam itu juga sekitar pukul 23.00 WIB jenazah bisa dimakamkan sesuai syariat agama islam di tempat pemakaman keluarga,” jelasnya.

Terkait dengan informasi jika keluarga diduga menganut aliran tertentu, Kapolres mengatakan berdasarkan dari keterangan sejumlah warga, keluarga sebagai petani biasa dan berkomunikasi dengan tetangga seperti pada umumnya.

Pihaknya juga berencana akan menerjunkan personil dan bekerjasama dengan Biddokes Polda Jawa Tengah serta tim psikologi untuk memberikan trauma healing terhadap pihak keluarga terkait peristiwa tersebut.

“Iya kami akan terjunkan personil bekerjasama dengan Biddokes Polda Jateng dan tim psikologi untuk memberikan trauma healing serta memberikan nasehat pada keluarga,” jelasnya.

Sebelumnya, Camat Moga, Umroni mengatakan, berdasarkan catatan medis bahwa korban sudah meninggal sejak dua setengah bulan lalu. “Dari rekam medis juga, anak yang bersangkutan sebelumnya mengidap penyakit TB Paru, sejak enam bulan lalu,” kata dia, Selasa (11/1).

Umroni juga menyebut jika keluarga yang bersangkutan diduga menganut aliran tertentu. “Ya memang ada, keluarga yang menyimpan jasad anaknya yang sudah meninggal, dan keluarga tersebut menganut aliran tertentu dan meyakini anaknya itu belum meninggal,” kata Umroni.