Kantor Cukai Semarang: 3,6 Juta Batang Rokok Beredar Tanpa Cukai

BATANGPOS.COM, KENDAL – Dari catatan Kantor Cukai Semarang, sampai bulan Juni 2022, peredaran rokok ilegal di Kota Semarang dan sekitar mencapai 3,6 juta Sigaret Kretek Tangan (SKT).

Hal tersebut disampaikan Kasi Perbendaharaan Kantor Cukai Semarang, Tri Hanggono, dalam acara Sosialisasi Ketentuan di bidang Cukai (DBHCHT) tahun 2022, Tentang Peredaran rokok/tembakau ilegal, di Curugsewu Patean, Kabupaten Kendal, Kamis (23/6/2022).

“Untuk mengurangi peredarannya, kita butuh kolaborasi antara Bea Cukai dan juga pemerintah daerah. Selain itu juga peran serta masyarakat, agar sama-sama satu pengertian soal penanggulangan cukai ilegal,” terangnya.

Menurut Tri, mata rantai peredaran rokok tanpa cukai atau rokok polos dan juga bercukai tapi palsu harus diputus. Meski pun berbagai upaya sudah dilakukan, bahkan Bea Cukai Semarang sudah melakukan tindakan terhadap 100 penindaan pelanggaran sampai dengan bulan Juni 2022.

“Kami juga membutuhkan informasi peredaran rokok ilegal dari masyarakat. Jika mengetahui, maka segera informasikan kepada kami. Selain itu informasi tersebut untuk melaksanakan program Gempur Rokok Ilegal,” tandas Tri.

Pidana pelanggaran cukai rokok yang diedarkan, dijual atau ditawarkan, dilekati pita cukai. Namun oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, pita cukainya dipalsukan atau sudah pernah dipakai atau bekas dan tidak sesuai dengan tarif cukai.

“Ini melanggar pasal 55 UU no 11 tahun 1995 Jo UU no 39 tahun 2007 tentang cukai dengan ancaman pidana penjara paling singkat satu tahun, paling lama delapan tahun. Dengan pidana denda paling sedikit sepuluh kali nilai cukai. Paling banyak dua puluh kali nilai cukai,” jelas Tri.

Sementara, Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki dalam sambutannya berharap para peserta dapat memahami materi yang disampaikan nara sumber, serta dapat menyampaikan kembali pengetahuan yang didapat selama sosialisasi kepada masyarakat di sekitarnya.

Menurutnya, dengan sosialisasi pemberantasan peredaran rokok/tembakau ilegal, dapat menekan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Kendal. “Semoga tujuan sosialisasi pemberantasan peredaran cukai rokok/tembakau ilegal dapat menekan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Kendal. Sehingga Gempur Rokok Ilegal bisa tercapai dengan baik,” ujar Wabup yang akrab disapa Pakde Bas tersebut.

Sementara, Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Budi Santoso mengatakan, untuk menutus mata rantai peredaran rokok ilegal diharapkan Bea Cukai memperbanyak sosialisasi dan menyadarkan masyarakat untuk tidak membeli rokok ilegal.

“Produsen dan para pedagang juga kita lakukan upaya razia dan jika melanggar maka kita beri sanksi,” ujar Tri.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendal, Langgeng Prabowo mengatakan, Tata Niaga Tembakau berbeda dengan komoditas yang lain, karena untuk tembakau dikenakan cukai. Selain tembakau, yang dikenakan cukai juga ada produk alkohol.

“Dikenakan cukai untuk mengendalikan konsumsinya karena ada efek negatifnya. Dengan adanya cukai berarti penjualan rokok terbatas, dan juga bisa terpantau peredarannya,” ujar Langgeng.(HS)