Kasus PMK di Kendal Terus Bertambah

BATANGPOS.COM, KENDAL – Memasuki hari keempat penutupan pasar hewan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal, jumlah hewan ternak yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) terus meningkat.

Berdasarkan data dari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal pada Rabu (8/6/2022), terdapat 457 hewan yang terpapar di 14 Kecamatan.

Dari jumlah tersebut dapat dirinci, untuk ternak sapi yang terpapar PMK ada 438 ekor, sedangkan kerbau ada 19 ekor.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Ragajati mengatakan, kasus peningkatan ditemukan, setelah pihaknya terus melakukan tracing dan testing kepada para peternak maupun pedagang.

“Ya memang tadinya penyebaran terjadi di tempat penjualan hewan. Meski sudah ditutup, penularan juga terjadi di kandang-kandang para peternak, maupun kandang para penjual sapi,” ujarnya.

Dipaparkan oleh Pandu, jumlah terbanyak hewan ternak sapi yang terpapar masih di Kecamatan Patean dengan 91 ekor sapi dan terendah di Kecamatan Weleri dengan satu ekor. Disampaikan, pihaknya terus melaksanakan observasi dan pengecekan di tempat-tempat peternakan dan kandang pedagang yang tidak berjualan.

“Sejauh ini observasi terus kita lakukan kepada 286 ekor sapi. Sehingga 155 ekor sapi membaik dan 13 ekor sembuh. Selain itu juga pemberian vitamin kepada hewan ternak, supaya penyebaran PMK tidak meluas,” jelasnya.

Sementara terkait adanya aktivitas penjualan hewan kambing di depan pasar hewan Sukorejo dan Cepiring yang ditutup, Pandu menegaskan, pihaknya sudah memberikan pemberitahuan dan teguran kepada para pedagang.

“Ya sudah kami beritahu, kalau aktivitas penjualan ternak dihentikan sementara. Tapi para pedagang tetap ngeyel dan berjualan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, penutupan pasar hewan sementara dilakukan untuk meminimalisir penyebaran PMK di Kabupaten Kendal.

“Kita sudah memutuskan untuk menutup pasar hewan selama 15 hari. Yakni sejak Minggu (5/6/2022) hingga Minggu (19/6/2022),” ujarnya, saat ditemui usai rapat paripurna bersama DPRD Kabupaten Kendal.

Sementara, terkait adanya laporan tentang aktivitas penjualan hewan ternak kambing di depan pasar hewan yang ditutup, Dico berjanji akan melakukan pengecekan dan peninjauan.

“Oke, adanya informasi masih ada aktivitas penjualan hewan ternak di depan pasar hewan akan saya cek dan tinjau secepatnya,” kata Bupati.(HS)