Kongres Nasional Ikatan Apoteker Indonesia Segera Digelar, Ini Nama-nama Kandidat Calon Ketua Umum

BATANGPOS.COM, SEMARANG – Kongres Nasional Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) akan dilaksanakan dalam waktu dekat di Lampung pada 27 – 29 Juni 2022 mendatang.

Menanggapi agenda tersebut, Ketua IAI Banyumas Khafidz Nasrudin, S.Farm Apt menyatakan bahwa hingga kini belum ada kandidat calon yang akan maju memimpin organisasi tersebut.

“Bahkan dinamika organisasi saat ini juga terkesan belum menerapkan prinsip demokrasi yang sesungguhnya,” katanya, Kamis (23/6/2022).

Menurutnya, sebagai organisasi yang memiliki peran strategis, Pengurus Besar (PB) IAI perlu dipimpin oleh sosok muda yang enerjik, visioner, mampu berjejaring dan memiliki peran dalam mengembangkan IAI ke depan.

Disebutkan kriteria calon pemimpin IAI yang tepat di antaranya adalah harus memiliki visi misi yang jelas, tegas dan memiliki indikator terukur dalam memajukan organisasi.

“Peran tersebut juga harus didukung dengat networking yang luas. Kandidat tersebut juga harus pernah menjabat sebagai pengurus IAI apapun levelnya”, ujarnya.

Menurutnya saat ini memang ada beberapa nama kandidit yang muncul. Yakni Dr Abdurrohim Apt., M Kes, Brigjen Pol Drs Mufti Jusnir yang berlatar belakang Polri, dan Drs Apt Nurul Falah Edy Pariang yang juga incumbent selama dua periode.

Nama kandidat lainnya adalah Novendi Rustam Efendi Apt., dan Lilik Yusuf Indrajaya SE, SSI., Apt., MBA.

Dari sekian banyak nama yang muncul tersebut, menurutnya Lilik Yusuf adalah kandidat yang memiliki kriteria di atas. Sosok Lilik dinilai memiliki kapasitas yang mumpuni.

“Selain muda, memiliki jaringan kuat, secara keilmuan juga sudah mendapat berbagai penghargaan,” terangnya.

Penghargaan tersebut di antaranya sebagai Winner GPP Travel Grant FAPA Scholarship Taiwan. Pharmapreneur Award 2013 STFB Bandung. Rekor Muri dalam edukasi Pengenalan Obat kepada Siswa SD Terbanyak tahun 2019.

“Kemudian pengalaman dan kiprah di dunia kefarmasian juga tidak diragukan, di antaranya Dewan Pengawas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tegal, Tim Penguji Seleksi Kompetensi Bidang Aspek Praktek dan Perilaku Pengelola Kefarmasian CPNS Polri 2019. Director IVY Medical Hongkong for Indonesia ( 2016-2018) yang bertugas memastikan produk aman sesuai standar internasional. Nara Sumber Ahli Kementrian Kesehatan RI terkait kefarmasian 2014-hingga saat ini,” paparnya.

Hafidz menambahkan, roda organisasi yang berjalan dengan baik juga terdapat regenerasi dan kaderisasi yang tepat. Merupakan dinamika yang sehat apabila kader muda yang kompeten juga berkesempatan untuk memimpin.

Pemimpin muda yang visioner juga dinilai mampu memperkuat peran apoteker. Sekaligus membawa profesi dan organisasi menjadi lebih baik. “Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah tangga yang harus diwujudkan saat memimpin organisasi”, tegasnya.

Di IAI sendiri, lanjutnya, saat ini belum menganut one man one vote. Hak suara menganut keterwakilan yaitu suara ketua pengurus daerah.

Hafidz mengungkapkan apoteker Indonesia harus bertransformasi, termasuk regenerasi dan reformasi pada hal yang lebih baik.

“Harapannya pemimpin IAI ke depan adalah yang mampu memperjuangkan kesejahteraan anggota, dan mewujudkan apoteker yang dibutuhkan masyarakat, ” terangnya.

Apoteker adalah profesi yang berkompeten di bidang obat-obatan. Apalagi obat-obatan adalah komoditi khusus yang bisa disalah gunakan. Apoteker memiliki kompetensi bahwa obat tidak digunakan dengan salah maupun tidak disalah gunakan.

Apoteker yang menjamin pelayanan kefarmasian berjalan dengan baik. Saat ini anggota IAI di seluruh Indonesia sudah lebih dari 100 ribu orang anggota. Apabila tenaga apoteker betul betul bisa mengabdi kepada negeri dan memberikan pelayanan dengan baik, tentu akan sangat membantu masyarakat Indonesia.

“Maka saya melihat pelaksanaan kongres nasional yang akan dilaksanakan pada 27-29 Juni 2022 di Lampung, menjadi sangat penting, karena akan memilih ketua umum yang betul-betul bisa mendukung praktik apoteker yang bertanggungjawab. Sehingga bisa memberikan kemanfaatan kepada masyarakat, dan memberikan pelayanan kefarmasian dan mendapatkan obat yang sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (HS-06)