Kuatkan Ekonomi Warga Pasar, Wagub Jateng Ajak Perkuat Solidaritas

 

BATANGPOS.COM, SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta pedagang pasar tradisional terus memupuk solidaritas. Solidaritas merupakan kekuatan untuk bisa bertahan dan berkembang di saat ini.

Hal itu dia sampaikan, saat menghadiri Pasar Babadan Berselawat, dalam rangka Hari Jadi Pasar Babadan dan Tahun Baru Islam 1444 M, di Pasar Babadan, Kabupaten Semarang, Selasa (9/8/2022).

Menurutnya solidaritas bisa ditunjukkan dengan cara tidak saling menjatuhkan. Selain itu, juga memberikan kenyamanan terhadap pembeli.

“Ini kebersamaan masyarakat Pasar Babadan sama-sama membuat orang (pembeli) yang masuk ke pasar ayem (tenang). Nek wis ayem iku blonjone tenanan (Kalau sudah tenang itu belanjanya banyak),” kata Gus Yasin, seperti dirilis jatengprov.go.id.

Mantan anggota DPRD Jateng itu, juga menyebut pasar merupakan salah satu muara ibadah. Ibadah yang dimaksud adalah mencari nafkah untuk keluarga. Selain bagi keluarga, lanjutnya, rejeki yang diterima sebagian juga menjadi hak orang lain untuk disedekahkan.

Lebih jauh, Gus Yasin memberikan apresiasi terhadap warga pasar yang menggelar selawatan. Menurutnya, selawatan bisa mendekatkan masyarakat dengan pintu rejeki.

“Saya yakin kalau itu dijalani kehidupan kita akan nikmat,” tandasnya.

Wagub juga mengimbau masyarakat, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Meakipun sekarang ini banyak kegiatan digelar, namun dia ingin masyarakat tetap ingat, Covid-19 masih ada.

Sebelumnya, Polres Semarang mengerahkan 50 personel gabungan untuk mengamankan kegiatan Pasar Babadan Berselawat, di halaman pasar tersebut. Mereka terdiri atas unsur kepolisian dari Polres Semarang, dibantu unsur TNI, Satpol PP, Dishub, dan Banser NU.

Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika, menyampaikan kegiatan yang diadakan paguyuban pedagang pasar Babadan kali ini, dalam rangka peringatan 1 Muharram 1444 H dan Hari jadi pasar Babadan dengan mengundang Habib Muhsin al Hamid.

Kapolres berharap acara semacam pengajian tersebut, tetap mengedepankan protokol kesehatan, meskipun situasinya perkembangan virus Covid-19 cukup landai di Kabupaten Semarang. (HS-08)