Lapas Kelas IIA Kendal Mulai Buka Kunjungan Tatap Muka Warga Binaan

BATANGPOS.COM, KENDAL – Setelah 2,5 tahun waktu kunjungan tatap muka dilarang akibat pandemi Covid-19, kini Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendal, mulai membuka waktu berkunjung tatap muka untuk warga binaan, Kamis (14/7/2022).

Kepala Lapas Kelas IIA Kendal, Samsul Hidayat menjelaskan, pada hari ini, Kamis (14/7/2022) merupakan hari kunjungan perdana tatap muka terbatas para keluarga untuk bisa bertemu para warga binaan di Lapas yang terletak di tengah Kota Kendal tersebut.

“Ya hari ini adalah kunjungan tatap muka perdana terbatas, yang sudah kita sosialisasikan sejak hari Senin (11/7/2022). Meski sudah dibuka, ada beberapa persyaratan yang harus dipatuhi pengunjung,” terang Kalapas.

Yang pertama, jelas Samsul, pengunjung harus sudah divaksin tahap ketiga atau vaksin booster atau bisa menunjukkan surat keterangan negatif rapid antigen.

Kemudian syarat berikutnya, pengunjung dibatasi hanya dua orang untuk satu warga binaan, dan sudah terdata atau terdaftar sebagai keluarga segaris menurun, atau keluarga inti dari warga binaan.

“Warga binaan hanya dapat dikunjungi satu kali dalam satu minggu. Jadi dalam satu minggu tidak bisa dikunjungi beberapa kali. Artinya, kalau sudah hari ini, tidak bisa dikunjungi besok atau lusa dikunjungi lagi,” jelas Samsul.

Untuk syarat berikutnya, waktu yang ditetapkan untuk berkunjung yakni 15 menit per pertemuan, dan barang bawaan para pengunjung tidak bisa diserahkan langsung saat tatap muka.

“Hari ini, kami memberikan toleransi hingga 30 menit. Alasannya karena naluri kemanusiaan, karena sudah dua setengah tahun tidak bertemu, selain itu jumlah pengunjungnya tidak banyak,” papar Samsul.

“Untuk barang bawaan yang akan diberikan kepada para warga binaan, tidak dapat diserahkan saat tatap muka. Tapi harus diserahkan kepada kami, kemudian akan kami salurkan kepada warga binaan yang bersangkutan, setelah kunjugan selesai,” imbuh Kalapas.

Disebutkan, untuk kunjungan tatap muka perdana ini, sudah terlayani 30 warga binaan yang dikunjungi pihak keluarganya.

Sedangkan untuk waktu hari, lanjut Samsul, pihaknya membagi waktu dalam seminggu yakni hari Senin, Rabu dan Sabtu untuk narapidana. Kemudian hari Selasa dan Kamis untuk tahanan.

“Untuk tahanan harus mendapatkan ijin dari pihak yang menahan, entah dari pengadilan maupun pihak Kejaksaan, dan untuk narapidana atau warga binaan kita yang berwenang untuk mengeluarkan ijin,” pungkasnya. (HS-06)