Masih Ada 5.017 Anak di Kendal Alami Stunting

BATANGPOS.COM – Meski mengalami penurunan dibanding tahun lalu, jumlah anak mengalami stunting di Kabupaten Kendal saat ini masih mencapai 5.017 anak. Pemerintah Kabupaten Kendal berupaya keras menekan angka stunting tersebut.

Pemkab Kendal melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) menggandeng Perum Bulog, dalam rangka memberikan beras vitamin kepada anak stunting supaya tidak kekurangan gizi.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal Wynne Frederica mengatakan, dari pantauan pemberian beras vitamin selama tiga bulan ternyata bisa menurunkan angka stunting. Contohnya di Desa Purwosari Kecamatan Sukorejo.

Dikatakan, ada 89 keluarga di Desa Purwosari, Sukorejo yang mendapatkan bantuan beras berkualitas mengandung vitamin A, B, B3, zat besi dan zinc yang disebut beras fortivit dari Bulog.

“Dengan mengkonsumsi beras yang sudah dicampur kandungan multivitamin ini, diharapkan bisa mengurangi angka anak stunting,” ungkap Chacha, Jumat (25/3/2022).

Menurutnya, upaya itu dilakukan sebagai bentuk komitmen Perum Bulog dalam membantu Pemerintah Kabupaten Kendal dalam mencegah stunting pada anak usia dini.

“Dengan mengkonsumsi beras fortivit, maka tidak perlu harus beli obat vitamin lagi, sebab beras tersebut sudah dicampur dengan vitamin,” jelas Chacha.

Ditegaskan, upaya menekan angka stunting tidak bisa dengan hanya mengandalkan pemerintah saja, tetapi juga diperlukan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi.

“Jadi nggak mungkin kita bisa melawan angka stunting kalau kesadaran kita tentang makan sehat, makan bergizi dengan gizi seimbang aja nggak tahu. Iya nggak,” tegas istri Bupati Kendal Dico M Ganinduto.

Sementara itu, Kepala DP2KBP2PA Kabupaten Kendal, Asrifah mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah untuk mengentaskan anak stunting. Di antaranya berkerjasama dengan Perum Bulog ini.

“Kerjasama dengan Bulog, untuk memberikan bantuan beras vitamin pada 89 kepala keluarga selama tiga bulan. Dalam satu bulan mendapatkan jatah 20 kilogram per KK,” terangnya.

Asrifah menambahkan, ada beberapa faktor penyebab stunting antara lain pernikahan dini dan janin mengalami kekurangan gizi.

“Karena saat hamil, ibu tersebut tidak rutin memeriksakan kandungan ke bidan atau dokter. Kami melakukan sosialisasi dan membentuk tenaga pendamping di desa untuk memantau perkembangan anak stunting,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Desa Purwosari Kecamatan Sukorejo, Muhammad Maidi saat dihubungi mengatakan, di desanya setidaknya ada 89 anak yang mengalami stunting.

Alhamdulillah berkat program dari Pemerintah Kabupaten Kendal bersama Perum Bulog beberapa waktu lalu, saat ini angkanya sudah menurun, tinggal 69 anak yang mengalami stunting,” ungkapnya.