Masih Ada Tujuh Kecamatan Mengalami Blank Spot, Ini Penjelasan Diskominfo Kendal

BATANGPOS.COM, KENDAL – Adanya tujuh Kecamatan di Kabupaten Kendal yang tidak tersentuh atau tercover sinyal komunikasi, baik untuk komunikasi analog seperti jaringan telepon atau komunikasi digital seperti jaringan internet, menjadi perhatian serius pemerintah Kabupaten Kendal.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kendal, Wiwit Andariyono, saat memaparkan materi dalam acara Pendidikan Politik Kesbangpol bersama awak media, Senin (11/7/2022).

Menurutnya, beberapa sistem yang akan digunakan oleh KPU di Pemilu 2024 melalui aplikasi, akan menyulitkan masyarakat di beberapa daerah yang mengalami tidak tersentuh sinyal komunikasi atau blank spot.

“Kalau semua masyarakat diminta untuk mengunduh atau mengecek seluruh kegiatan Pemilu 2024 melalui aplikasi, kami rasa masih banyak daerah yang mengalami kendala sinyal internet,” ungkapnya.

Wiwit mengakui, masyarakat khususnya di daerah Kendal atas memang cukup banyak mengeluhkan kendala mengenai ketiadaan sinyal telekomunikasi selama ini.

“Hal ini dikarenakan, masih belum teraliri sinyal telekomunikasi sebab belum ada menara base transceiver station (BTS), baik bantuan dari pemerintah maupun operator telekomunikasi,” terangnya.

Bahkan beberapa kecamatan hingga desa yang ada di sekitar saja masih banyak yang kesulitan berkomunikasi via gadget karena sinyal yang lemah bahkan blank spot.

Disebutkan, ada 30 desa di tujuh Kecamatan, yakni Singorojo, Boja, Limbangan, Sukorejo, Pageruyung, Plantungan dan Patean yang masih kesulitan sinyal.

“Bila suatu tempat terjadi blank spot, maka akan sulit terjadi komunikasi dua arah. Adanya blank spot tentu akan sangat merugikan berbagai pihak. Bukan hanya kerugian materi saja, tetapi juga bisa saja kehilangan data-data penting,” ungkap Wiwit.

Karena itulah, pihaknya berharap pada tahun 2024 seluruh program pembangunan jaringan Fiber Optik (FO) bisa segera terealisasi sehingga tidak ada lagi blank spot di 286 desa di Kabupaten Kendal.

“Kita akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR dalam pemasangan FO. Karena dalam pemasaangan harus menggali pinggir jalan. Nah disinilah peran Kominfo itulah yang sangat diharapkan,” imbuh Wiwit.

Selain itu, saat ini pihaknya akan berusaha untuk membangun jaringan spot internet di beberapa sekolah dasar yang ada di beberapa daerah blank spot tersebut. Caranya dengan memetakan lokasi yang akan dibangun jaringan internet. Khususnya di fasilifas milik pemerintah.

“Kenapa dipilih sekolah dasar (SD) dengan fasilitas internet, karena itu adalah fasilitas milik pemerintah. Dan Kita hanya bisa memberikan ke fasilitas pemerintah. Insya-Allah 2024 seluruh SD di Kendal ada fasilitas internetnya,” ujar Wiwit. (HS-06)