Minim Penerangan, Pemudik Diharapkan Hati-hati Saat Melintas Jalur Alas Roban

BATANGPOS.COM, BATANG – Kepadatan arus mudik yang masuk ke wilayah Jawa Tengah mulai terlihat mulai Sabtu (30/4/2022). Kebanyakan para pemudik menggunakan kendaraan pribadi, baik mobil, maupun sepeda motor. Hal ini terlihat di jalur Pantura Batang, yang nempak mulai dipadati lalu lintas para pemudik dari Jakarta, Bandung, maupun wilayah lain di Jawa Barat.

Namun jika melewati jalur Pantura Alas Roban Kabupaten Batang, para pengendara, terutama para pemudik diharapkan untuk hati-hati dan waspada. Pasalnya, di jalur medan perbukitan hutan jati tersebut saat ini masih minim penerangan jalan, sehingga sedikit membahayakan saat malam hari.

Hal tersebut diperparah, dengan kondisi jalan yang berlubang, membuat para pengendara harus ekstra hati-hati saat melintasi jalur Alas Roban.

Dalam rangka persiapan menyambut kedatangan pemudik Lebaran 2022 ini, pemerintah daerah memang melakukan perbaikan sarana prasarana jalan, kelengkapan jalan, dan salah satunya lampu penerangan jalan.

Dari pengamatan BATANGPOS.COM,semarang.id, jalur sepanjang 57 kilometer tersebut, meski terdapat tiang-tiang lampu di beberapa titik jalur alas Roban, nampak kurang ada perhatian. Sehingga tidak berfungsi dengan baik. Hampir sepanjang jalur Pantura Alas Roban Batang, masih banyak titik tanpa penerangan lampu penerangan jalan umum (LPJU). Hanya beberapa titik saja yang berfungsi dengan normal.

LPJU yang terpasang di beberapa titik jalur Alas Roban tersebut menggunakan dua tenaga sumber kelistrikan. Selain menggunakan PLN, juga menggunakan panel eneegi surya (solar sel).

Pantauan di lapangan, mulai dari ujung barat gerbang perbatasan Pekalongan, kemudian melintasi jalur tengkorak Poncowati hingga Sambong Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, di beberapa titik jalur sepanjang 57 kilometer tersebut hanya ada empat LPJU dari PLN yang masih menyala normal.

Sedangkan untuk LPJU panel energi surya hanya beberapa unit saja yang masih normal.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang, Murdiyono melalui Pengelola Penerangan Jalan Umum Dishub, Bambang Wicaksono saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih mengkordinasikan dengan pemerintah pusat untuk optimalisasi lampu penerangan jalan di jalur tersebut.

Dijelaskan, dari jalur pantura Batang-Pekalongan, idealnya harus ada 1.000 LPJU yang terpasang. Namun saat ini baru ada sepertiganya saja.

“Idealnya ada seribu lampu. Dan kami akan terus berkordinasi dan mengusahakan perbaikan jika ada kerusakan,” ujarnya, saat memantau perlengkapan sarpras kelengkapan jalur mudik yang berada di depan Kantor Dishub Kabupaten Batang, Sabtu (30/4/2022).

Bambang mengungkapkan, sampai saat ini, total ada 44.000 LPJU yang tersebar di 769 titik di jalan nasional dan sisanya di jalan provinsi maupun kabupaten.

“Ada 507 unit lampu penerangan jalan tersebut yang tidak berfungsi alias mati. Bahkan baterai penerangan jalan ada beberapa yang hilang dicuri orang tidak bertanggung jawab. Padahal ini bisa membahayakan dan berakibat kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya.(HS)