Pasar Kembang Dipusatkan di Terminal Bahurekso, Pembeli akan Diangkut Bus Milik Pemkab

BATANGPOS.COM, KENDAL – Pasar Kembang Weleri merupakan salah satu tradisi tahunan yang berasal dari Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, berupa hadirnya penjual dan pembeli bunga yang berasal dari penjuru daerah untuk melakukan tradisi jual-beli bunga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Tradisi Pasar Kembang sudah menjadi tradisi yang berlangsung setiap tahun. Dan tentunya merupakan pendongkrak perekonomian yang besar menjelang hari raya.

Pasar Kembang Weleri ini biasanya dibedakan menjadi dua, yaitu Pasar Kembang Cilik dan Pasar Kembang Gedhe.

Perbedaan yang mendasar di antara keduanya adalah waktu pelaksanaan. Pasar Kembang Cilik diadakan pada H-2 Hari Raya Idul Fitri, sedangkan Pasar Kembang Gedhe diadakan pada H-1 Hari Raya Idul Fitri.

Selain perbedaan waktu, perbedaan lain adalah jumlah penjual dan pembeli dimana pada Pasar Kembang Gedhe jauh lebih ramai dan sesak daripada Pasar Kembang Cilik.

Pasar Kembang dimulai malam hari sampe pagi keesokan harinya. Bunga yang dijual berbagai macam dari mulai bunga hias sampai bunga yang digunakan untuk “nyekar” atau ziarah kubur.

Tradisi ini biasanya diadakan di depan Pasar Induk Weleri yang merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Jawa Tengah dan juga digelar di Pasar Penyangkringan Kecamatan Weleri.

Setelah Pasar Induk Weleri terbakar pada tahun 2020 lalu, aktivitas pasar bunga dilakukan di dua lokasi yang berbeda. Yakni depan Pasar Induk atau di pinggir jalan utama Weleri dan juga di sekitar Pasar Penyangkringan.

Para pembeli kembang atau bunga tumpah ruah memenuhi jalan utama jalur pantura Weleri tersebut. Bahkan di Pasar Kembang Penyangkringan, masyarakat dihibur dengan gelaran berbagai kesenian dan hiburan tradisional.

Namun rupanya dengan adanya pemberlakuan one way traffic, yang tujuannya untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas pantura, kegiatan pasar kembang di depan eks Pasar Induk Weleri dan Pasar Penyangkringan pada lebaran tahun ini dipindahkan ke Pasar Relokasi di Terminal Bahurekso.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kendal Dico M Ganinduto melalui Pj Sekda Kendal, Sugiono, saat meninjau Pos Pengamanan Lebaran 2022 di Perbatasan Weleri, Kamis malam (28/4/2022).

Sugiono menjelaskan, Bupati telah menginstruksikan pemindahan aktivitas tradisi pasar kembang, dari depan Pasar Induk Weleri dan Pasar Penyangkringan ke Pasar Relokasi di Terminal Bahurekso.

Hal ini menurutnya, sebagai langkah untuk mengantisipasi kemacetan dalam penerapan sistem one way traffic di jalur pantura Kendal.

“Ya bukan hanya di Pasar Weleri dan Penyangkringan saja, tapi aktivitas pasar kembang di Pasar Cepiring, Pasar Kendal, Pasar Kaliwungu dan pasar-pasar lain juga kami minta untuk tidak berjualan di pinggir jalan. Supaya arus lalu lintas berjalan lancar,” terang Sugiono.

Ditambahkan, dalam rangka membantu warga Weleri dan sekitar yang akan membeli kembang atau bunga di Pasar Relokasi Bahurekso, pihaknya mengerahkan bus-bus jemputan dan juga akan dibantu dengan armada dari Polres Kendal.

“Mulai Sabtu dinihari (30/4/2022) nanti. Kami akan mengerahkan armada bus-bus dan truk dari Polres, untuk mengantar para pembeli ke Pasar Relokasi. Armada yang kami sediakan ini gratiis untuk melayani masyarakat,” imbuh Sugiono.

Salah seorang warga Desa Weleri Kecamatan Weleri, Dias Meidiasari (31) mengaku, sudah mengetahui adanya larangan pasar kembang di Pasar Penyangkringan dan di depan Pasar Induk Weleri.

“Ya saya mengetahui adanya larangan pasar kembang di depan Pasar Induk Weleri dan Pasar Penyangkringan. Padahal di sana, pengunjung akan dihibur dengan berbagai kesenian rakyat,” ungkapnya.

Meski kurang setuju jika pasar kembang dipindah ke Pasar Relokasi di Terminal Bahurekso, namun dirinya hanya bisa mengikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah.

“Ya biasanya kan kalau di depan Pasar Induk Weleri dekat, tinggal naik sepeda. Kalau jauh gini ya sempet bingung dan rasanya ribet aja. Meski pemerintah sudah menyediakan armada bus untuk mengangkut pembeli,” pungkas Dias. (HS-06)