Pasca Lebaran, Harga Ikan di Kendal Mengalami Penurunan

BATANGPOS.COM, KENDAL – Harga ikan pasca Lebaran Idul Fitri 1443 H di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal mengalami penurunan harga, meski beberapa ada yang harganya stabil.

Hal tersebut diungkapkan penjual ikan di TPI Bandengan Kendal, Istirohah. Menurutnya, yang mengalami penurunan harga, di antaranya udang dan cumi unus.

Dijelaskan, pasca Lebaran ini, harga udang sekitar Rp 40 ribu sampai Rp 42 ribu per kilogramnya. Sebelumnya harga udang ketika menjelang Lebaran mencapai Rp 45 sampai Rp 50 ribu per kilogram.

“Demikian pula dengan harga cumi unus, setelah Lebaran turun menjadi Rp 38 ribu per kilogram,” ujar Istirohah Rabu sore (11/5/2022)

Dirinya mengungkapkan, pada masa menjelang Lebaran kemarin, harga cumi unus berkisar antara Rp 45 ribu sampai Rp 55 ribu per kilogram.

“Harga udang turun, sekarang Rp 40 ribu sampai Rp 42 ribu, kemarin sempat Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogram. Harga cumi juga turun, sekarang Rp 38 ribu, sebelumnya Rp 45 ribu sampai Rp 55 ribu per kilogram. Harga turun dikarenakan permintaannya sedang sepi,” ungkap Istirohah.

Di TPI Bandengan Kendal tidak hanya menjual ikan lokal dari wilayah Kendal saja, namun beberapa jenis ikan berasal dari luar daerah, seperti Wonosobo hingga Bandung, Jawa Barat.

Ikan dari Bandung di antaranya ikan bawal dan ikan patin, yang harga sekarang sekitar Rp 20 ribu per kilogram.

Tidak hanya harga ikan laut, harga ikan air tawar dan payau, pasca Lebaran ini juga mengalami penurunan. Harga ikan bandeng saat ini, yang ukuran kecil sekitar Rp 21 ribu – Rp 23 ribu per kilogram, dan yang ukuran besar Rp 25 ribu – Rp 27 ribu per kilogram.

Padahal harga ikan bandeng pada saat menjelang Lebaran, yang ukuran kecil Rp 23 ribu – Rp 25 ribu per kilogramnya, dan yang ukuran besar Rp 25 ribu – Rp 27 ribu per kilogram.

Sementeara salah seorang pedagang ikan bandeng di Kelurahan Bandengan, Rozikin mengatakan, harga ikan bandeng juga mengalami tren naik turun, tergantung kondisi pasar dan stok barang.

Menurutnya, jika permintaan barang tinggi, maka harga cenderung naik, demikian pula ketika stok barang sedang langka, harga cenderung naik.

“Harga bandeng sekarang sudah stabil, yang mempengaruhi harga, yang pertama permintaan pasar dan yang kedua ketika stok barangnya langka juga mempengaruhi harga,” ujar Rozikin.(HS)