Pemkab Gelar Bimtek Masterplan Smart City, Wabup Rembang : Saya yang Muda Saja Kepontal

 

BATANGPOS.COM, REMBANG – Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’ meminta agar jajaran Pemkab Rembang harus memahami dan dapat mengikuti program smart city atau kota cerdas.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Masterplan Kota Cerdas (smart city) dan Quick Win Program Unggulan, di aula lantai empat gedung Setda Rembang, baru-baru ini.

Smart city ini sebuah keniscayaan yang harus kita hadapi. Kita sudah tidak lagi hidup di zaman penjajahan. Ini zamannya sudah banyak berubah. Saya yang muda saja kepontal (tertinggal), apalagi panjenengan (orang tua). Jadi segala sesuatu itu berubah dengan cepat. Kalau kita tidak beradaptasi, kita tidak bisa mengikuti arus, kita akan selalu ketinggalan,” kata dia, seperti dirilis rembangkab.go.id.

Dirinya mengungkapkan tujuan dari diwujudkannya smart city, adalah untuk kesejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan di daerah. Dengan begitu program kerja yang telah disepakati bersama dapat terwujud lebih cepat memalui program smart city.

Smart city, juga harus dimulai dari pemerintah, yang kemudian menjalar ke masyarakat. Maka dari itu, pihaknya meminta pegawai pemerintahan harus paham terlebih dahulu.

“Jenengan bagian dari pemerintah ini harus tahu lebih dahulu, tahu caranya lebih dahulu. Nanti baru masyarakat kita ajak ke dalam arus smart city ini,” ucapnya.

Dirinya menegaskan terwujudnya smart city tidak menjadi tanggung jawab beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) saja. Melainkan tanggung jawab bersama meski Dinkominfo menjadi yang terdepan dalam mewujudkan smart city.

Sementara itu dalam bimtek tersebut, peserta dibagi dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok membuat satu dari enam Quick Win.

Adapun enam quick wins tersebut, adalah smart governance, smart branding, smart ekonomi, smart living, smart society, dan smart environment.

Smart governance menyangkut tata kelola pemerintahan secara cerdas, bertujuan untuk mewujudkan peningkatan kinerja pelayanan publik, kinerja birokrasi pemerintah, dan kinerja efisiensi kebijakan publik.

Smart branding atau pencitraan daerah yang cerdas, bertujuan membangun daya saing usaha, kepastian berusaha, ekosistem pariwisata, dan penataan wajah daerah.

Smart ekonomi atau ekonomi cerdas, bertujuan meningkatkan penataan industri primer, sekunder, dan tersier, untuk peningkatan kesejahteraan Masyarakat dan membangun ekosistem keuangan.

Smart living yaitu merupakan gaya hidup modern yang mengintegrasikan teknologi IoT dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Smart society atau masyarakat yang cerdas, adalah kemampuan pemerintah daerah dalam mewujudkan ekosistem sosio-teknis (sosial-virtual) masyarakat, yang humanis, produktif, dinamis, komunikatif, dan interaktif dengan literasi digital yang tinggi

Adapun smart environment, yaitu merupakan pengelolaan tata kelola lingkungan dalam pembangunan kota dengan cara cerdas dengan memperhatikan faktor lingkungan hidup guna mewujudkan tata kelola lingkungan yang baik, bertanggung-jawab, dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Mochamad Hanies Cholil Barro’ juga menyampaikan digelarnya bimtek merupakan wujud komitmen Pemkab Rembang menciptakan smart city.

Apalagi Rembang termasuk salah satu dari 50 kabupaten/kota yang mendapat pendampingan smart city dari Pemerintah Pusat. (HS-08)