Pemkab Kendal Resmikan Program Among Siswa

BATANGPOS.COM, KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal meresmikan Program Among Siswa, yang dihadiri para satuan Pendidikan di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Sabtu (21/5/2022).

Acara peresmian juga dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Jumeri, Bupati Kendal Dico M Ganinduto, Pj Sekda Kendal, Sugiono, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi.

Dalam sambutannya, Ditjen Paud, Jumeri mengatakan, metode pendidikan yang digunakan Ki Hajar Dewantara pada perguruan Taman Siswa disebut sistem Among. Isinya terangkum dalam asas trilogi pendidikan, yakni Ing Ngarsa Sung Tuladha, In Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.

Dijelaskan, tugas guru tidak sebatas membuat peserta didik menjadi pintar, namun juga memberi motivasi dan membangun karakter. Sehingga menjadi insan atau pribadi yang berintegritas.

“Selain itu, peran pendidik masih sangat penting, meski pengetahuan kini sudah diakses dari banyak sumber,” ujar Jumeri.

Dijelaskan, di era digital sudah tidak zamannya lagi istilah guru selalu benar. Tugas guru, selain memberikan motivasi, juga menjadi filter dari beragam literasi media yang ditemukan para peserta didik, agar tidak mengarah pada hasil yang kontra produktif.

Pendidik harus mampu melahirkan generasi yang inovatif, mampu menjawab tantangan dengan sumber-sumber yang kredible, sesuai dengan aturan ilmiah dan juga menjunjung tinggi etika.

“Dari sini diharapkan muncul generasi kekinian, yang mampu menjawab setiap tantangan yang muncul di eranya, dengan berkarakter dan berintegritas. Sehingga tercipta perkembangan yang seimbang,” jelas Jumeri.

Kepala Disdikbud Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, Among Siswa sejatinya untuk kebutuhan pendidikan sekarang, untuk memahami karakteristik, minat dan bakat peserta didik atau anak. Kemudian untuk pendekatan yang digunakan adalah Among. Jadi guru sebagai pamomong.

Sebenarnya bukan hanya guru, kata dia, tapi Among Siswa ini adalah semua pemangku kepentingan. Baik itu pemerintah, sekolah dan stakeholder, termasuk masyarakat dan keluarga di dalamnya.

“Dalam sistem among harus saling bersinergi dalam mencapai tujuan yang sama, yaitu terbentuknya karakter positif dalam diri peserta didik atau anak-anak kita,” terang Wahyu.

Sehingga semua program pendidikan, dari hulu hingga hilir, hendaknya menempatkan anak-anak sebagai orientasi utama. “Jadi memang pendidikan yang berpihak kepada anak-anak kita,” imbuh Wahyu.

Dijelaskan, program Among Siswa ini merupakan implementasi atau penerjemahan dari kebijakan Gerakan Merdeka Belajar. Antara lain, guru penggerak, sekolah penggerak, kemudian implementasi kurikulum merdeka.

“Implementasi yang dilakukan di sekolah, itu bergantung kondisi dan kesiapan sekolah. Misal di lingkungan sekolah tersebut banyak terdapat anak berkebutuhan khusus, maka sekolah tersebut akan menjadi sekolah inklusi. Begitu juga di lingkungan ada embrio-embrio yang lain,” jelasnya

“Jadi yang menjadi minat bakat peserta didik ini seperti apa, potensinya seperti apa, lah kita yang menyediakan,” imbuh Wahyu.

Sementara itu, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, pihaknya sangat mendukung adanya program Among Siswa yang dicanangkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal.

Dirinya meminta kepada Disdikbud Kendal untuk dibuatkan road map ataupun inventarisir atas kondisi satuan-satuan pendidikan Kabupaten Kendal. Baik sisi sarana maupun prasarananya.

“Jadi bisa dimapping, mana yang kondisinya perlu diprioritaskan sarprasnya. Sehingga bisa dilakukan intervensi dari pemerintah daerah, atau sumber-sumber lain. Dari pemerintah provinsi atau pemerintah pusat, bahkan melibatkan pihak swasta,” kata Dico.

Menurutnya, ada empat faktor yang fokus jadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kendal.

“Sekolah inklusi di Kabupaten Kendal masih sangat minim. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Kendal akan fokus membangun sekolah inklusi, dengan menggandeng berbagai lembaga,” ujar Dico.

Yang kedua, yakni fokus kepada pengembangan olahraga di dunia pendidikan, selain itu, juga pengembangan SDM di Kabupaten Kendal. Yang ketiga adalah minat dan bakat siswa yang harus didukung oleh semua pihak. Baik pengajar maupun orangtua serta masyarakat.

“Dan yang keempat adalah, memperhatikan dan meningkatkan kesejahteraan guru penggerak. Dalam rangka pengembangan pendidikan,” tutup Dico.(HS)