Pemkab Rembang Kaji Pemberian Beasiswa S-2

 

BATANGPOS.COM, REMBANG – Pemkab Rembang mengkaji pemberian beasiswa untuk warganya yang tidak mampu, tetapi ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana S-2. Rencana pemberian beasiswa itu, merupakan kelanjutan dari program serupa bertajuk Darma Siswa untuk mahasiswa S-1.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’, saat menjadi pembicara dalam seminar pendidikan, bertajuk “Bocah Rembang Ayo Sekolah Tekan Kuliah”, yang digelar Forum Anak Beasiswa Rembang (FABs), di pendapa rumah dinas Wakil Bupati Rembang, baru-baru ini.

“Kalaupun kemampuan keuangan daerah tidak mencukupi, kita coba untuk stakeholder yang lain kita minta bantu,” kata dia, seperti dirilis Rembangkab.go.id.

Dalam kesempatan itu, dia juga kembali menyinggung program Darma Siswa.

“Ini beasiswa perguruan tinggi, yang diberikan kepada mahasiswa atau calon mahasiswa yang berminat, tetapi nuwun sewu kurang mampu untuk pembiayaannya,” kata Wabup, seperti dirilis rembangkab.go.id.

Dia mengatakan untuk tahun ini, terdapat sekitar 70 kuota beasiswa perguruan tinggi. Adapun penerimanya, adalah mahasiswa Rembang, yang kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Rembang atau di luar Rembang, dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Rembang.

Wabup berharap, ke depan kuota bantuan itu bisa meningkat, demikian pula dengan perguruan tinggi tempat penerima beasiswa menimba ilmu. Saat ini Rembang memang membutuhkan banyak sarjana. Hal itu karena di kabupaten itu, jumlah sarjana baru 3 persen dari populasi.

“Artinya saat ini kita hanya punya 18 ribu sarjana dari 600ribuan populasi,” imbuhnya.

Dengan semakin banyak warga yang mengenyam pendidikan hingga sarjana, diharapkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Rembang juga meningkat.

Wabup menyebut, IPM di Rembang sudah mengalami peningkatan dari 70,02 pesen pada 2020, menjadi 70,43 persen pada 2021. Dia menyatakan Pemkab akan terus berupaya meningkatkan IPM tersebut, melalui berbagai program.

Sementara itu Ketua Panitia Seminar yang juga pengurus FABs Satria Yudha Perkasa, menyebutkan seminar diikuti ratusan anak. Mereka merupakan anak yang telah putus sekolah dan perwakilan siswa dari berbagai sekolah SMA/SMK di Kabupaten.

“Mereka kita berikan informasi tentang program beasiswa dari Pemkab dan motivasi untuk tetap melanjutkan sekolah dan optimis ada harapan menuntut ilmu ke jenjang perguruan tinggi,” tuturnya.

Diharapkan anak- anak yang putus sekolah bisa kembali mengenyam pendidikan melalui kerja paket. Kemudian bagi siswa yang berprestasi, namun berasal dari keluarga tidak mampu, masih bisa optimistis berjuang untuk kuliah, karena ada program Pemkab Rembang, yakni beasiswa sampai lulus S-1.

“Di sini kita bekerja dengan Dindikpora (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga), Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ) untuk program penuntasan APS (Anak Putus Sekolah) atau program gaspol 12. Dan Pemkab Rembang ini kan punya program beasiswa kuliah di PTN dan PTS, nah kami di sini menginformasikan kepada masyarakat luas,” terangnya.

Dalam seminar itu, anak- anak dari panti asuhan, pada kesempatan ini Panti Asuhan Darul Hadlonah juga diundang. Harapannya untuk menumbuhkan semangat belajar anak- anak panti tersebut untuk bersaing dalam mendapatkan beasiswa dari Pemkab ke perguruan tinggi.

Pemuda asal Pandean Kecamatan Rembang itu mencontohkan dirinya yang dapat berkuliah di Universitas Negeri Semarang (Unnes) hingga lulus kuliah berkat program beasiswa Pemkab Rembang. Ayahnya sendiri bekerja sebagai pelatih renang di Dampo Awang Beach dan ibunya tidak bekerja. (HS-08)